Kobaran Api Hanguskan Pabrik Korek Api Binjai, Warga Histeris

8

Kebakaran terjadi di pabrik korek api di Binjai, Sumatera Utara. Sebanyak 24 orang dinyatakan tewas terbakar dalam kejadian tersebut. Dari informasi yang didapat, para korban diketahui terkunci di dalam ruangan. Mereka tidak bisa menyelamatkan diri ketika api mulai menyulut pabrik yang sudah lama berdiri itu pada Jumat (21/6) pukul 12.00 WIB. Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengetahui penyebab kebakaran.

Sementara itu, para korban kebakaran yang tewas langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara. Korban tewas selanjutnya akan diotopsi untuk mengidentifikasi identitas korban secara jelas. Dari 24 orang yang tewas, sebanyak 3 orang diantaranya adalah anak-anak. Sedangkan 21 orang lainnya berusia dewasa yang bekerja di pabrik korek api tersebut.  Proses evakuasi sempat mengalami kendala mengingat kondisi korban yang benar-benar hangus terbakar.

Polisi sendiri memberi keterangan bahwa pihaknya belum bisa memastikan apa yang menyebabkan terjadinya kebakaran. Pihaknya masih menelusuri jika ada unsur kesengajaan atau kelalaian. Kobaran api sendiri sudah dapat dipadamkan oleh pihak BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) bersama tim pemadam kebakaran daerah Langkat. Kepala BPBD Sumatera Utara yakni Riadil Akhir Lubis menyatakan pihaknya berupaya keras memadamkan kobaran api dan menemukan mayat yang terpanggang di dalam ruangan.

Pihaknya juga berusaha menyediakan kantong mayat untuk membawa para korban ke Rumah Sakit Bhayangkara. Proses identifikasi masih berlangsung hingga malam ini, guna mengetahui identitas para mayat. Kapolsek bersama Danramil bekerja keras mengungkap fakta di lapangan, termasuk menemukan bukti yang ada. Sejauh ini kronologis kejadian belum diungkap oleh pihak kepolisian maupun pihak terkait yang bertugas.

Informasi sementara yang diperoleh dari keterangan masyarakat, para korban terperangkap. Mereka terjebak saat kobaran api sudah membumbung tinggi dan terlihat awan hitam menyelimuti area lokasi kebakaran. Usaha penyelamatan diri terkesan sia-sia, karena para korban harus meregang nyawa bersama amukan sang jang merah. Meskipun begitu, pihak kepolisian masih mendalami kasus kebakaran ini dengan benar. Pihaknya tidak ingin gegabah memberikan klarifikasi sementara proses penyelidikan masih berlangsung.