Kivlan Zen Berhenti Jadi Pemberi Saksi Habil Marati

20

Jakarta, 07 Januari 2020 Kivlan Zen sebagai terdakwa atas kasus sebagai pemilik senjata api illegal serta peluru tajam, saat kini akui sakitnya kambuh sehingga berhenti untuk memberikan kesaksikan. Sebelumnya diketahui bahwa Kivlan sebagai pemberi saksi  atas Habil Marati sebagai terdakwa yang lainnya. Habil Marati ialah seorang  pengusaha yang diketahui terlibat dalam rencana aksi pembunuhan tokoh nasional yang berlangsung Mei tahun lalu.

Kivlan yang juga dikenal sebagai purnawirawan TNI menginformasikan kepada Majelis Hakim saat berada di persidangan. Kivlan menyebutkan bahwa dia sudah tidak sanggup untuk memberikan kesaksian, ini dikarenakan penyakit syaraf kejepit yang dimilikinya kini kembali kambuh.

Sebenarnya Kivlan sendiri sebagai terdakwa namun dalam sidang ini dia berperan sebagai pemberi kesaksian untuk terdakwa lain bernama Habil Marati. Hal ini harus dipahami bahwa seserong juga bisa menjadi saksi atas kasusnya orang lain meskipun dalam keadaan sebagai terdakwa.

Kivlan sudah meminta maaf kepada hakim dan menyebutkan bahwa dia sudah tidak sanggup lagi dan tidak bisa lanjut sebab penyakitnya kembali kambuh. Persidangan tak bisa dilanjutkan alias ditunda oleh majelis hakim selama beberapa menit. Kivlan kemudian dibawa keluar dari ruang sidang dengan kursi roda. Persidangan padahal sudah berlangsung selama 20 menit dan sejumlah pertanyaan pun sudah dijawab oleh Kivlan sambil terbatuk-batuk sehingga dia sulit untuk berbicara.

Jaksa kemudian meminta untuk dilakukan konfrontasi terhadap pernyataan Kivlan dengan Helmi Kurniawan sebagi terdakwa lain. Pernyataan yang sudah diberitahukan oleh Kivlan pada saat menjalani persidangan diakui Jaksa sudah cukup. Pada tahapan selanjutnya ada rencana pembacaan eksepsi yang dilakukan oleh Kivlan atas dakwaan yang berlangsung pada sidang sebelumnya, hal ini juga ditunda.

Kondisi Kivlan memang tidak memungkinkan untuk membaca beberapa berkas dari eksepsi yang sudah disediakan. Kemudian putusan hakim  agar sidang pembacaan eksepsi kembali digelar pada 14 Januari mendatang. Sidang hari ini ditutup dilanjutkan pada 14 Januari mendatang sekaligus dengan pembacaan nota eksepsi yang sudah ada.

Jadi, sidang ditunda bahkan diakhirkan karena kondisi kesehatan Kivlan Zen yang kini melemah. Namun sidah tetap akan dilanjutkan pada tanggal yang sudah ditentukan dalam bulan Januari ini. Apalagi sidang  ini bukan sengaja ditutup namun semua yang hadir di sidang juga sudah tahu dengan jelas alasan mengapa sidah berakhir.

Meskipun memang pernyataan Kivlan menurut Jaksa sudah cukup dan kemudian diminta konfrontasi dengan terdakwa lainnya.