Kisah WR Supratman, Sang Pencipta Lagu Indonesia Raya

26

Siapa yang tak hafal lagu Indonesia Raya? Seluruh rakyat Indonesia sangat menjunjung tinggi setiap bait kata dalam teks lagu ini. Dihafal, dinyanyikan bersama dan didalami maknanya. Sebab lagu ini merupakan lagu nasional yang wajib bagi setiap warga negara.

Dalam acara apapun, mau itu upacara bendera, upacara kedinasan, militer, acara olahraga, event-event mulai dari local, regional, nasional, bahkan hingga event atau perlombaan bertaraf internasional, lagu yang berjudul Indonesia Raya wajib dinyanyikan. Terlebih lagi, jika dalam kancah internasional Indonesia memenangkan sebuah pertarungan, maka seiring dengan dinaikkannya bendera nasional lagu Indonesia Raya juga mengiringi bendera itu dikibarkan.

Soepratman ikut pindah bersama keluarga kakak sulungnya, yaitu Roekijem ke Makassar. Dan ia sekolah serta belajar bahasa Belanda di sekolah malam selama tiga tahun di Makassar. Lalu melanjutkan studi  ke Normaalschool di Makassar hingga lulus. Saat menginjak usia 20 tahun, ia menjadi salah satu guru di Sekolah Angka 2. Di tahun berikutnya WR Supratman memperoleh ijazah Klein Ambtenaar.

Lalu, ingatkah kita siapa yang menciptakan lagu maha dahsyat ini? Dialah WR Supratman, atau Wage Rudolf Soepratman yang sudah dijadikan sebagai pahlawan nasional. Gelar pahlawan nasional diperoleh dari oleh pemerintah Indonesia dan Bintang Maha Putera Utama kelas III pada tahun 1971. WR Supratman lahir pada 9 Maret 1903 dan wafat pada  17 Agustus 1938. Ia merupakan anak ketujuh dari Sembilan bersaudara. Ayahnya adalah  Djoemeno Senen Sastrosoehardjo, seorang tentara KNIL Belanda, dan ibunya bernama Siti Senen.

WR supratman mulai mengenal music saat tinggal di Makassar, belajar permusikan dari kakak iparnya yaitu Willem van Eldik, sampai pandai bermain biola dan  bisa mengaransemen lagu. WR Supratman menciptakan lagu Indonesia Raya pada tahun 1924 di mana pada saat itu, pemuda-pemuda Indonesia dilarang pemerintahan Belanda untuk menciptakan lagu. Imbas dari lahirnya lagu Indonesia Raya melalui tangan dingin WR Supratman, ia kemudian diburu oleh tentara Belanda untuk dipenjarakan.

Saat lahirnya Sumpah Pemuda sebagai hasil dari Kongres II Pemuda, di malam penutupan kongres WR Supratman memperdengarkan lagu ciptaannya pada semua peserta kongres tanggal 28 Oktober 1928. Semua yang mendengar terpukau dengan instrument yang disenandungkan oleh WR Supratman. 

Di masa pemerintahan presiden Megawati Soekarno Putri, hari lahir WR Supratman dijadikan sebagai hari musik nasional. Selain menciptakan lagu Indonesia Raya, WR Supratman juga menciptakan lagu Ibu Kita Kartini.