Kisah Inspiratif Ali bin Abi Thalib yang Bisa Kamu Tiru

26

Islam memiliki sosok inspiratif yang tentunya bisa menjadi teladan untuk kita para umatnya. Salah satu tokoh yang terkenal adalah Ali bin Abi Thalib.

Ali bin Abi Thalib merupakan sosok inspiratif yang patut kita teladani, ia merupakan khalifah rasyidin ke-4 menggantikan Usman bin Affan r.a. Nama asli Ali bin Abi thalib adalah Ali bin Abi Thalib bin Abdi Manaf bin Abdul Muthalib. Nama laqab atau julukannya adalah Abu Hasan kemudian ditambahkan juga menjadi Abu Turob. Ali merupakan sepupu rasulullah saw.

Ali bin Abi Thalib menjadi orang yang paling beruntung, karena bisa dapat menikahi putri kandung Rasulullah saw yang paling disayangi dan dicintai, yaitu Fatimah r.a.

Sejak kecil Ali bin Abi thalib mendapatkan bimbingan dan didikan dari cahaya wahyu ilahi di rumah nabi Muhammad saw. Ia masuk Islam di saat umurnya belum genap 10 tahun, sehingga catatan sejarah menuliskan bahwa Khalifah Ali adalah satu-satunya anak kecil yang telah masuk Islam.

Selama Rasulullah berdakwah menyebarkan ajaran Islam, Ali selalu berada di sampingnya. Bahkan ketika rasulullah saw menghadapi pertempuran pun, Ali senantiasa di sampingnya. Sehingga tak heran, namanya masuk ke dalam catatan tinta emas sejarah Islam.

Ketika Usman bin Affan wafat, kaum muslimin meminta Ali untuk menggantikan posisi Usman sebagai khalifah. Ali menolak hal tersebut, karena merasa amanat yang diberikan sangatlah berat. Namun, karena desakan dari para sahabat nabi, Ali pun memutuskan untuk menerima amanat tersebut. Ketika Ali dibaiat menjadi khulafaur rasyidin, golongan Anshar dan golongan Muhajirin datang menyaksikan peristiwa penting itu.

Selama Ali menjadi khalifah, banyak perubahan-perubahan yang dilakukannya, seperti :

  1. Keberhasilan memerangi kaum Khawarij yang merupakan golongan pemberontak dan menyimpang dari ajaran Islam.
  2. Membangun kota Kuffah sebagai kota kemajuan ilmu.
  3. Membenahi keuangan negara yang ada di Baitul Mal dengan cara menyita harta para pejabat yang diperoleh dengan cara tidak benar.
  4. Mengganti beberapa pejabat yang kurang cakap.
  5. Memajukan ilmu bahasa arab, seperti penggunaan huruf hijaiyah, tata bahasa (nahwu).

Ali bin Abi Thalib menjabat selama kurang lebih 7 tahun, hingga akhirnya ia wafat karena dibunuh oleh Abdurrahman bin Muljam pada saat akan melakukan shalat subuh. Pada saat ia menjadi khalifah banyak perubahan yang dilakukan meskipun hidupnya sendiri serba kekurangan. Namun, dibalik kekurangannya tersebut justru membuat dirinya untuk tidak melakukan hal menyeleweng.