Kisah Hanzhalah bin Amir, Sahabat Nabi yang Dimandikan Malaikat

24
Hanzhalah bin Amir

Hanzhalah merupakan sahabat Nabi yang tergolong sebagai pejuang Islam yang sangat handal. Ia menikah pada satu malam sebelum perang Uhud terjadi keesokan harinya. Pada suatu malam sebelum perang Uhud terjadi keesokan harinya, Hanzhalah bin Amir meminta izin kepada Nabi Muhammad Shalallahu’alai wasallam untuk bermalam dengan istrinya.

Hanzhalah dengan istrinya memang belum lama menjalin sebuah ikatan suci. Bahkan ia sendiri tidak tahu apakah malam itu malam pertama dengannya bersama sang istri atau malam perpisahannya dengan istrinya. Mereka memadu segala rasa dalam lautan jiwa bahkan berjanji akan memadu bahtera yang kokoh dan tak karam walau suatu saat badai besar mengoyak bersama ombaknya yang dahsyat. Malam yang dilalui sepasang pasangan suami istri tersebut berjalan dengan amat panjang terasa. Bahkan tak sedikitpun harap-harap pagi datang menjelang memisahkan pertemuan malam pertamanya yang penuh dengan kesyahduan.

Dan ketika sang pagi muncul, Hanzhalah tersentak dengan sangat kaget bukan main, saat mendengar deru langkah segerombolan sahabat Nabi yang hendak berangkat ke medan perang. Ia pun mengambil keputusan cepat untuk mengikuti gerombolan pasukan nabi yang diiringi panggilan jihad. Bersamaan hembusan angin fajar ia pamit kepada istrinya yang sangat ia cintai.

Sambil berangkat diiringi tangis sang kekasih, ia mendoakan suaminya agar Allah Ta’ala memberi suaminya salah satu dari dua kebaikan antara menang atau mati syahid. Dengan gagah Hanzhalah berperang di medan laga demi memenangkan cintanya yang amat besar atas segalanya. Hanzhalah gugur, Ia syahid di medan perang Uhud.

Kemudian semburat cahaya terang dari langit membungkus jenazahnya dan mengangkatnya ke angkasa tinggi. Dan disusul dengan hujan yang perlahan datang yang dibersamai dengan cahaya putih.

Ketika Sahabat Nabi mengangkat jenazah Hanzhalah dan dihadapkan kepada Rasulullah. Rasulullah memerintahkan sahabat Nabi lainnya untuk memanggil istri Hanzhalah. Saat sang istri tiba, Nabi pun bertanya “Apa yang dilakukan Hanzhalah sebelum berangkat ke medan perang?”

Istrinya berkata seraya menunduk “Hanzhalah pergi dalam keadaan Junub dan belum sempat mandi ya Rasulullah.”

Rasulullah kemudian berkata kepada seluruh sahabatnya bahwasannya jenazah Hanzhalah telah dimandikan oleh malaikat. Bayangan putih tersebut tidak lain adalah istrinya dari kalangan bidadari yang datang menjemputnya.