Kisah Asiyah, Istri Firaun yang Taat dan Beriman pada Allah

49
asiyah

Pernah mendengar kisah seorang istri yang tetap taat pada Allah padahal suaminya adalah seorang kafir yang kejam? Beratus-ratus tahun yang lalu sebelum Al Quran turun, ada seorang istri yang begitu taat pada Allah sedangkan suaminya adalah seorang kafir yang kejam. Suami tersebut adalah Fir’aun, seorang raja yang mengaku-ngaku sebagai Tuhan. Sedangkan perempuan tangguh itu Asiyah.

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Perempuan penghuni surga yang paling utama adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Maryam binti imran, dan Asiyah binti Muzahim, istri Fir’aun.” (HR Ahmad, Thabarani, Thahawi, dan Dhiya)

Asiyah menyelamatkan Musa yang ditemukannya di sungai dari kejamnya Raja Fir’aun yang membunuh semua bayi laki-laki karena mimpi. Fir’aun bermimpi akan dibinasakan oleh laki-laki sehingga memerintahkan pasukannya untuk membunuh semua bayi laki-laki yang lahir agar ia tetap bisa berkuasa. Namun, Musa selamat atas izin Allah. Ibunda Musa dengan kerelaannya menghanyutkan Musa ke sungai hingga ditemukan Asiyah. Akhirnya Asiyah membawanya ke istana dan meminta izin ke Fir’aun untuk mengangkatnya menjadi anak. Awalnya Fir’aun menolak namun akhirnya luluh. Fir’aun tidak sadar bahwa bayi yang diangkat menjadi anaknya tersebut yang akan menghancurkannya di kemudian hari.

Keimanan Asiyah melalui keimanan istri bendahara Fir’aun yang juga penata rambut. Kejadiannya bermula ketika ia menata rambut putri Fir’aun lalu berkata, “Binasalah orang-orang yang kafir kepada Allah.” Mendengar hal tersebut putri Fir’aun melaporkannya kepada Ayahnya. Fir’aun murka. Ia menyiksa perempuan penata rambut tersebut, mengikat tangannya dan memasukkan ke kandang ular sampai beberapa hari.

Suatu hari Fir’aun datang dan menanyainya. Namun, perempuan penata rambut itu bersikukuh bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Maka Fir’aun membunuh anak perempuan itu di depan matanya. Kembali ia bertanya dan tetap sama jawabnya hingga kembali dibunuh anak penata rambut itu lagi. Ruh anak pertama maupun kedua menyampaikan kabar gembira bahwa Ibunya akan mendapat pahala dari Allah. Ternyata Asiyah mendengarnya. Ia tersentuh dengan ketegaran penata rambut tersebut mempertahankan keimanannya.

Suatu waktu ketika kelompok Musa bertemu Fir’aun dan pasukannya, Asiyah bertanya siapa yang akan menang. Dikatakan kepadanya bahwa Musa dan Harun yang akan menang. Asiyah kemudian berkata, “Aku beriman kepada Tuhan Musa dan Harun.”

Mendengar kalimat tersebut, Fir’aun murka dan mengutus untuk mencari batu yang besar. Ia memerintahkan untuk melemparkannya kepada Asiyah, jika Asiyah tidak mencabut perkataannya. Ketika mereka mendatangi Asiyah, Ia mengarahkan pandangannya ke langit dan melihat rumahnya di surga. Seketika itu nyawa Asiyah dicabut. Batu yang dilemparkan ke tubuh Asiyah tidak terasa sakit karena tubuhnya tidak bernyawa lagi. Mereka memang menyiksa Asiyah tetapi Asiyah justru tersenyum karena melihat rumahnya di surga.

Allah memiliki kuasa yang amat besar. Allah tidak akan meninggalkan hamba-Nya yang taat bahkan jika di dunia terasa sulit, Ia sudah menyiapkan surga untuk mereka yang patuh akan perintah-Nya. Kisah Asiyah ini diabadikan dalam Al Quran agar muslim dapat mengambil pelajaran hidupnya. Segala puji bagi Allah Yang Maha Pelindung.