Ketok Palu, Ahmad Dhani Mendapat Vonis 1 Tahun Penjara

18

Pada hari Selasa, 11 Juni 2019, di Pengadilan Negeri Jalan Arjuno Surabaya, Ahmad Dhani mendapatkan vonis 1 tahun penjara oleh Hakim setelah melalui beberapa persidangan sebelumnya.

“Mengadili terdakwa Ahmad Dhani Prasetyo terbukti secara sah bersalah, dengan sengaja tanpa hak mendistribusikan dan dapat membuat dapat diaksesnya informasi elektronik yang menimbulkan penghinaan dan pencemaran nama baik. Dan Menjatuhkan pidana kepada Ahmad Dhani Prasetyo salama 1 tahun,” vonis Majelis Hakim, R Anton Widyopriono saat itu.

Vonis ini mendapat keringanan setelah sebelumnya jaksa menuntut 18 bulan penjara untuk Ahmad Dhani. Hal ini dikarenakan selama persidangan berlangsung, Ahmad Dhani menunjukkan sikap yang sangat sopan dan kooperatif.

Jaksa mengatakan bahwa Ahmad Dhani terbukti melanggar Pasal 45 ayat (3) juncto Pasal 27 ayat (3) UU RI No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Kasus ini bermula dari cuitannya yang menyebutkan idiot pada beberapa orang. Tepatnya pada hari Minggu, 29 Agustus 2018 di Hotel Majapahit Surabaya, Ahmad Dhani menyampaikan kalimat yang tidak mengenakkan pada beberapa orang yang melakukan demo di luar gedung.

“Ini yang mendemo, yang demo ini yang membela penguasa. Lucu, lucu. Ini, ini idiot-idiot ini, idiot-idiot ini. Mendemo, mendemo orang yang tidak berkuasa,” celetuk Ahmad Dhani saat itu. Tak berapa lama setelah celetukannya tersebar luas di dunia maya, Dhani pun diadukan atas pencemaran nama baik.

Mendapat vonis 1 tahun penjara membuat banyak orang agak tercengang. Bahkan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon merasa hal ini mencekik demokrasi di Indonesia. “Masa orang memberikan kata idiot di vlog lalu dikenakan satu tahun? Ini aneh dan bisa jadi preseden buruk bagi demokrasi kita,” ujar Fadli.

“Ini adalah bagian kematian demokrasi, kebebasan berbicara dan berpendapat kalau hanya karena kata idiot lalu Ahmad Dhani dikenakan satu tahun penjara, itu luar biasa ketidakadilan yang dipertontonkan,” sambung Fadli.

Meskipun hakim telah ketok palu memberikan vonis 1 tahun pada Dhani, namun Dhani masih menyayangkan beberapa hal yang tidak diperhatikan oleh pihak pengadilan. Salah satunya adalah dalam UU ITE, subjek hukum yang menjadi korban dalam pasal 27 ayat 3 adalah perorangan, bukan lembaga hukum. Namun pada kenyataannya yang melakukan pengaduan adalah koalisi Bela NKRI. Meskipun begitu, Dhani tetap berusaha untuk patuh pada proses hukum yang berlangsung.