Ketika Satpol PP Ikut Berjibaku Membantu Korban Tsunami

184

Indonesia kembali berduka. Belum kering air mata karena duka tsunami yang menerjang Kota Palu dan Sigi, kini tsunami juga menggulung pantai-pantai di sepanjang Selat Sunda. Wilayah pesisir Pandeglang, Serang dan Lampung menjadi daerah yang terdampak terjangan tsunami yang terjadi pada Sabtu malam pekan kemarin. 

Ratusan orang meninggal. Ribuan lainnya luka-luka. Banyak bangunan yang luluh lantak. Pun, jalur jalan yang jadi akses transportasi rusak. Beberapa daerah terisolir. Pemerintah sendiri langsung bergerak cepat. Semua sumber daya diserahkan membantu penanganan bencana. Dari evakuasi, sampai membuka akses dan pemberian bantuan dikerahkan seluruh elemen pemerintah. Dibantu tenaga relawan yang datang secara sukarela.

Salah satu elemen pemerintah yang ikut berjibaku membantu penanganan pasca bencana tsunami adalah Satuan Polisi Pamong Praja. Memang, sesaat setelah tsunami menerjang, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo langsung menginstruksikan pemerintah daerah mengerahkan segala sumber daya yang dimilikinya untuk membantu proses penanganan bencana. Terutama evakuasi korban, serta bentuk bantuan lainnya. Satpol PP, menjadi salah satu sumber daya yang diandalkan. 

Direktur Satuan Polisi dan Pamong Praja Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Arief Mulya Eddie saat dihubungi via telepon hari Kamis (27/12), mengungkapkan setelah didengar kabar bencana tsunami terjadi, Mendagri Tjahjo Kumolo langsung menginstruksikan Satpol PP diterjunkan ke lokasi bencana. Mereka pun, sudah turun ke lokasi bencana sejak hari Minggu. Tak hanya Satpol PP di Provinsi Banten, tapi juga Satpol PP yang bertugas di Provinsi Lampung. “

“Di Lampung misalnya, Satpol PP Provinsi Lampung, sebanyak satu kompi berjibaku membuka akses jalan di Desa Way Muli di Kacamatan Rajabasa, Lampung. Mereka juga melakukan pembersihan di Desa Way Muli,” kata Arief.

Para Satpol PP ini, kata Arief, bersama dengan tentara dan personil kepolisian, berjibaku, bekerja keras masuk ke lokasi terdampak bencana yang sulit diakses. Mereka ikut membuka akses jalan. Menyingkirkan segala halangan yang merintangi akses transportasi. Sehingga, jalur masuk ke lokasi pun akhirnya bisa dilewati kendaraan yang membawa bantuan. 

“Mereka para personil Satpol PP Provinsi lampung dan Satpol PP Kabupaten Lampung Selatan gotong royong bersama relawan, TNI dan Polri membuka akses jalan yang terdampak tsunami,” kata Arief.

Arief sebagai Direktur Satpol PP dan Linmas Kemendagri, mengapresiasi gerak cepat Satpol PP Lampung dan Banten yang langsung turun tangan ikut berjibaku membantu korban bencana tsunami. Termasuk ikut, membuka akses serta menjaga rumah warga 24 jam.

“Pak Mendagri juga mengapresiasi peran Satpol PP Lampung dan Banten yang sangat aktif dalam membantu penanganan bencana tsunami Banten dan Lampung,” katanya.

Sementara itu Kasat Pol PP Provinsi Lampung, Jayadi, saat dihubungi via telepon mengungkapkan begitu dilaporkan tsunami menerjang, Ia langsung mengumpulkan jajarannya untuk kemudian digelar briefing. 

“Diperintahkan untuk memberangkatkan anggota Satpol PP Provinsi Lampung ke lokasi yang terkena dampak  bencana tsunami di Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan,” katanya.

Tahap awal, kata Jayadi, personil Satpol PP yang diberangkatkan sebanyak 17 orang. Mereka akan bertugas selama tiga hari untuk kemudian diganti personil lainnya secara bergiliran. Para personil yang diberangkatkan sudah menyiapkan diri membawa pakaian dan peralatan mandi. 

“Kendaraan yang diberangkatkan  sebanyak 3 unit, 1 unit kendaraan Patwal 301, 1 unit kendaraan patroli PPNS dan 1 unit truk Dalmas,” katanya.