Kenali 5 Ciri-Ciri Islam Radikal Ini di Sekitar Kamu

57

Islam kini menjadi salah satu hal yang ditakuti banyak orang. Bagaimana tidak? Jumlah aksi terorisme dan radikalisme yang mengatasnamakan Islam justru semakin meningkat tajam. Berbagai aksi radikal banyak dikaitkan dengan Islam. Namun bagaimana sebenarnya Islam radikal itu? Berikut adalah ciri-ciri Islam radikal yang perlu diwaspadai:

1. Ajakan Paksaan

Islam menggunakan kelembutan dalam menyebarkan ajarannya. Tidak ada paksaan apapun dalam menuntut ilmu. Namun berbeda dengan Islam radikal dimana terdapat unsur paksaan di dalamnya. Misalnya ketika seseorang diajak untuk mengikuti sebuah kajian, ia akan terus diajak bahkan dijemput meski dimana pun ia berada. Hal ini menyebabkan ketidaknyamanan karena merasa dipaksa. Organisasi Islam radikal memang dituntut untuk merekrut jamaah sebanyak mungkin. Biasanya akan ada feed back atau imbalan bagi mereka yang mampu merekrut anggota baru.

2. Bantuan Dana

Islam radikal tidak segan menggelontorkan banyak uang untuk para anggotanya. Bagi anggota yang dianggap perlu dibantu, maka biasanya akan ada bantuan sembako bahkan uang tunai yang tidak sedikit setiap bulannya. Apalagi jika terdapat sebuah misi penting, maka nominal yang akan didapatkan jumlahnya sangat besar.

3. Janji surga

Berbeda dengan Islam yang sebenarnya dimana surga didapatkan dari segala amal dan ibadah yang kita lakukan di dunia. Dalam Islam radikal, surga dijanjikan bagi mereka yang berani jihad. Namun makna jihad mereka sangat berbeda dengan jihad yang sebenarnya. Jihad Islam radikal adalah memberantas setiap non muslim. Mereka tidak membeda-bedakan non muslim, bagi mereka semua sama saja. Padahal Rasul sendiri melindungi non muslim yang meminta perlindungan pada beliau.

4. Mudah Mengkafirkan Sesama Muslim

Islam radikal sangat keras pemikirannya. Mereka bahkan berani mengkafirkan sesama muslim jika berbeda pemikiran dengan mereka. Padahal Rasul mengharamkan perbuatan ini, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

أَيُّمَا امْرِئٍ قَالَ لِأَخِيهِ: يَا كَافِرُ، فَقَدْ بَاءَ بِهَا أَحَدُهُمَا، إِنْ كَانَ كَمَا قَالَ، وَإِلَّا رَجَعَتْ عَلَيْهِ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ وَفِي رِوَايَةِ مُسْلِمٍ إِذَا كَفَّرَ الرَّجُلُ أَخَاهُ

“Barangsiapa yang berkata kepada saudaranya (se agama) : Wahai kafir, maka pengkafiran ini akan kembali kepada salah satu dari keduanya, jika dia benar dalam pengkafirannya (maka tidak mengapa), tapi jika tidak maka ucapan itu akan kembali kepadanya” (HR Al-Bukhari: 6104 dan dalam riwayat lain Imam Muslim: 111 ‘Apabila seseorang mengkafirkan saudaranya muslim …)

5. Menolak Pancasila

Dasar negara kita adalah Pancasila dan kelompok Islam radikal sangat anti dengan nasinonalisme. Mereka pada umumnya berusaha merusak tatanan dalam sebuah negara melalui tindakan ekstrim. Bahkan sering kali Islam radikal ini justru menjadi tunggangan dari negara lain yang ingin merusak Indonesia dari dalam.

Itulah beberapa ciri Islam radikal yang perlu diwaspadai. Meskipun kita hidup dalam mayoritas Islam, namun bukan berarti seluruh Islam menunjukkan ‘Islam’ yang sesungguhnya. Hendaknya kita semakin memperkuat keimanan agar terhindari dari bahaya Islam radikal.