Kegagalan Kesepakatan Pendanaan Menjadi Penyebab Bangkrutnya Thomas Cook

18

Batalnya kesepakatan pendanaan yang telah disepakati di saat terakhir menyebabkan Thomas Cook harus menutup ladang bisnisnya di dunia travel.

Thomas Cook sebenarnya telah mendapat kesepakatan bantuan dana sebesar £900m dari Fosun, salah satu perusahaan pemegang saham terbesar mereka yang berasal dari China pada bulan Agustus yang lalu. Tetapi mereka tidak mau menambahkan £200 m lagi ke dalam pendanaan kontingensi sesuai permintaan dari Royal Bank of Scotland dan sejumlah bank lainnya. Kesepakatan pun dibatalkan.

Fosun dalam sebuah pernyataan resminya sebagai bentuk ikut bersimpati kepada semua pihak yang terpengaruh oleh hasil itu. Ternyata dampak runtuhnya perusahaan ikonik asal Inggris itu sampai juga ke Asia. Saham perusahaan China, Fosun Tourism turun lebih dari 5% di Hong Kong.

Thomas Cook telah berjuang untuk mengatasi beban utang £ 1,7 miliar. Perusahaan telah mencoba melakukan pembicaraan dengan pemberi pinjaman sepanjang hari minggu. Pertemuan 11 jam dilakukan di London membicarakan perihal dana tambahan yang diminta pihak bank sekaligus menyelamatkan kesepakatan yang sudah terjalin. Namun tidak ada hasilnya.

Banyak pihak menyayangkan sikap Thomas Cook yang malah menyalahkan berbagai isu atas kesulitan yang dialaminya. Mulai dari kerusuhan politik yang terjadi pada daerah tujuan liburan langganan mereka seperti Turki, kejadian gelombang panas yang berkepanjangan pada musim panas yang lalu, dan penundaan pemesanan liburan yang dilakukan pelanggan mereka karena ada Brexit.

Berbicara kepada BBC dari bandara di Manchester, pakar perjalanan Simon Calder menganggap Thomas Cook belum siap menghadapi abad ke-21.

“Sekarang semua orang bisa berpura-pura mereka adalah agen perjalanan. Mereka punya akses ke semua kursi maskapai penerbangan, tempat tidur hotel, persewaan mobil di dunia dan mereka bisa menyatukan semuanya sendirian,” katanya.

Calder yang juga seorang editor di The Independent, menambahkan bahwa pesawat milik Thomas Cook di Bandara mulai disita.

Meskipun perusahaan telah menutup tokonya untuk membatasi pengeluaran, menutup 21 pada bulan maret, mereka masih memiliki lebih dari 500 outlet yang perlu biaya besar dibanding pesaing-pesaing online mereka.

Untuk sementara waktu, Thomas Cook di India, China, Jerman dan Norwegia dapat melanjutkan kegiatannya seperti biasa.

Hal itu bisa dilakukan karena berdasarkan hukum, mereka dianggap terpisah dari perusahaan induknya di Inggris dan diluar wilayah yurisdiksi kurator Inggris.

Meskipun begitu tetap saja mereka perlu melakukan kesepakatan penyelamatan secepat mungkin agar bisa tetap lanjut.

Jika mereka gagal, ada sekitar 350.000 – 450.000 pelanggan bisa kena dampaknya.

sumber: BBC.com