Kecelakaan Beruntun di Cipali, Belasan Orang Meninggal

35

Pada Hari Senin, 17 Juni 2019 telah terjadi kecelakaan bus di Cipali yang menewaskan sebanyak dua belas korban. Kecelakaan yang menewaskan belasan orang ini merupakan kecelakaan beruntun yang terjadi di Tol Cikampek – Palimanan tepatnya di daerah Cipali.

Menurut polisi, semua orang yang dinyatakan sebagai korban telah meninggal dunia. Korban meninggal tersebut telah dilarikan ke dua rumah sakit. Dua rumah sakit yang merawat korban-korban meninggal ini adalah Rumah Sakit Cideres di Majalengka dan Rumah Sakit Plumbon.

Tak hanya dua belas orang korban saja yang dinyatakan meninggal dunia, ada cukup banyak orang yang dinyatakan luka berat akibat kecelakaan beruntun yang terjadi dini hari tadi. Trunoyudo Wisnu Andiko selaku Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat menyatakan bahwa kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut berjumlah empat. Kendaraan-kendaraan tersebut bukan berupa kendaraan warga pemudik maupun angkutan umum.

Kecelakaan yang terjadi Senin, 17 Juni 2019 dini hari ini merupakan kecelakaan yang melibatkan bus dan beberapa mobil yang berada di ruas jalan Tol Cikopo – Palimanan.

Kronologi Kecelakaan

Polisi telah menduga bagaimana kecelakaan beruntun ini terjadi. Awalnya ada Bus Safari dengan nomor polisi berupa H 1469 CB melewati jalan tol dari arah Jakarta ke Cirebon. Bus Safari ini diketahui melewati Jalur A pada hari Minggu tepatnya pukul satu dini hari.

Bus Safari yang kala itu melaju di Kilometer ke 150.900 menyeberang median menuju arah jalan di Jalur B. Median yang dimaksud adalah rerumputan yang tidak dilindungi pagar besi. Kilometer tempat bus menyeberang ini tepatnya di Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat.

Bus Safari yang sedang menyeberang dari Jalur A menuju Jalur B ini menghantam satu mobil Toyota dengan nomor polisi B 168 DIL. Tak hanya itu saja, rupanya Bus Safari tersebut juga menghantam Mitshubishi Expander dengan nomor polisi berupa B 8137 PI serta sebuah truk Mitsubishi dengan nomor polisi R 1436 ZA. Saat itu truk Mitsubishi sedang melaju menuju Jakarta.