Kasus Ikan Asin Akhirnya Menetapkan Galih dan Pasangan YouTuber Jadi Tersangka

6

Kasus yang cukup viral dan banyak menghiasi layar kaca kita belakangan ini akhirnya selesai dan menetapkan 3 orang tersangka. Ketiganya adalah Galih Ginanjar, Pablo Benua, dan Rey Utami. Ketiganya dituntut dengan pasal berlapis tentang pencemaran nama baik, yakni Pasal 27 ayat 1 dan 3 UU ITE serta Pasal 310, 311 KUHP.

Pasal 27 ayat 1 berbunyi, “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.”

Pasal 27 ayat 3 berbunyi, “melarang setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.”

Pasal 310 ayat 1 KUHP berbunyi, “Barangsiapa sengaja merusak kehormatan atau nama baik seseorang dengan jalan menuduh dia melakukan sesuatu perbuatan dengan maksud yang nyata akan tersiarnya tuduhan itu, dihukum karena menista, dengan hukuman penjara selama-lamanya sembilan bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp 4.500,-“

Pasal 311 ayat 1 KUHP berbunyi, “Barangsiapa melakukan kejahatan menista atau menista dengan tulisan, dalam hal ia diizinkan untuk membuktikan tuduhannya itu, jika ia tidak dapat membuktikan dan jika tuduhan itu dilakukannya sedang diketahuinya tidak benar, dihukum karena salah memfitnah dengan hukum penjara selama-lamanya empat tahun.”

Kasus ‘ikan asin’ ini bermula dari wawancara Rey Utami, YouTuber yang sering menyebut dirinya pansos dengan Galih Ginanjar, mantan suami Fairuz. Dalam wawancara tersebut, Galih melecehkan organ intim dan membuat fitnah mengenai mantan istrinya tersebut. Awalnya pihak Fairuz tidak menanggapi, namun akhirnya suami Fairuz, Sonny Septiaan dan keluarga Fairuz merasa semakin gerah dan melaporkan hal ini.

Dalam interogasi kepolisian akhirnya Galih mengaku bahwa ia mengatakan hal tersebut untuk mempermalukan sang mantan istri. Ia bersama pasangan YouTuber, Pablo Benua dan Rey Utami pun ditetapkan sebagai tersangka pencemaran nama baik. Pablo dan Rey dianggap ikut andil karena konten Mulut Sampah yang ada dalam channel YouTube mereka dianggap sangat tidak etis. konten Mulut Sampah memang berisi pembicaraan mengenai kehidupan seks yang selama ini dianggap tabu, namun justru mengandung banyak pelanggaran etika.

Fairuz pun bersyukur atas penetapan ini dengan mengunggah beberapa capture gambar tentang penetapan Galih dari teman-teman yang mendukungnya selama ini dalam InstaStorynya. Ia juga berharap tidak akan ada lagi wanita yang menjadi korban pelecehan seperti yang ia alami.

Kasus ini pun menjadi bahan pembelajaraan bagi banyak orang agar tidak seenaknya membuka aib bahkan melakukan fitnah. Apalagi semua itu dilakukan hanya demi ketenaran semata. Semoga kita semua terhindar dari sifat seperti ini dan orang-orang kejam yang memiliki sifat tersebut.