Karhutla Sumatera Selatan Meluas, 361 Ribu Hektar Terbakar

11

Meski telah diguyur hujan selama sepekan namun titik api yang terjadi di Sumatera Selatan pada Jumat 08 November 2019 terus meningkat. Bahkan saat ini kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) itu telah mencapai 361.857 hektare. Terdapat 394 titik api hari ini di kejadian tersebut dimana jumlah tersebut dihitung dari kemarin, Kamis, 07 November 2019.

Berdasarkan laporan yang didapatkan, jumlah titik api terus meningkat tajam dengan 57 titik. Dimana 39 titik sudah ada sejak Selasa, 0-5 November 2019 dan 25 titik lainnya muncul pada Rabu, 06 November 2019.

Daerah yang sangat besar mengalami kebakaran ini dikatakan oleh Iriansyah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan yaitu Ogan Komering Ilir (OKI) seluas 204. 974 hektare.

Kemudian disusul Banyuasin seluas 59.425 hektare serta Musi Banyuasin seluas 43.815 hektare. Iriansyah juga mengatakan bahwa penyebab kebakaran hutan yang terjadi di Sumatera ini 99% akibat ulah manusia baik karena kelalaian ataupun secara sengaja. Meskipun memang saat ini cuaca sangat panas namun pengaruhnya hanya 1% saja.

Iriansyah melanjutkan bahwa dari jumlah total luas lahan 361.857 hektare yang terbakar, sebanyak 220.483 diantaranya ialah kawasan gambut sedangkan 131.374 lainnya kawasan non gambut. Selain itu, berdasarkan kawasan tersebut, sebanyak 176.148 hektare ada di kawasan hutan serta 185.741 hektare selanjutnya kawasan non hutan.

Kembali diungkapkan bahwa kebakaran tersebut membuat tatanan ekologis rusak sehingga membawa dampak buruk untuk lingkungan. Ditambah asap yang hadir setelah kebakaran menambah buruk kondisi udara di Palembang selama satu bulan terakhir hingga kini dengan kisaran sedang dan berbahaya. Sehingga jumlah pasien yang menderita ISPA juga meningkat khususnya selama periode Agustus hingga September.

Meskipun kebakaran tahun ini tak seluas tahun 2015 lalu sebab jumlah titik dan jumlah kebakarannya tak separah dulu. Namun dampaknya cukup buruk. Sehingga berbagai upaya mencegah kebakaran harus ditingkatkan lagi ke depannya.

Peran masyarakat juga sangat penting khususnya yang tinggal di sekitaran area rawan kebakaran agar mandiri secara finansial dengan meningkatkan sektor peternakan dan sektor pertanian dan aksi pembakaran berusaha untuk dikurangi. Ansori sebagai Kabid Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel mengatakan pihaknya masih terus berupaya melakukan pemadaman baik melalui udara ataupun di darat.

Bahkan sudah setiap hari dilakukan bom air. Selain itu, hujan konservatif atau hujan intensitas tinggi juga sangat diperlukan.