Kapolda Jateng Kirim Tim Periksa Keraton Agung Sejagat

17

Jakarta 14 Januari 2020, Beberapa hari ini masyarakat dihebohkan oleh hadirnya Keraton Agung Sejagat di Kabupetan Purworejo. Menanggapi hal ini, Kapolda Jawa Tengah mengirim timnya untuk melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi Purworejo. Sesuai yang diungkapkan oleh Irjen Pol Rycko Amelza sebagai kapolda Jawa Tengah, bahwa pihaknya sudah terjun ke lokasi. Pemeriksaan kasus KAS ini sendiri dipimpin oleh Komisaris Besar Polisi Budi Haryanto selaku Direskrimum Polda Jawa Tengah.

Rycko saat berada di Mapolda Jawa Tengah pada Selasa 14 Januari 2020 menyebutkan bahwa tim kepolisian yang terjun ke Purworejo untuk mendapatkan keterangan dari berbagai saksi serta menyelidiki langsung hal ini. Kasus ini perlu untuk didalami sehingga bisa diketahui ada tidaknya unsur makar.

Selanjutnya Budi menyebutkan pihaknya akan melakukan penyelidikan dan penelitian jika ada unsur makar ataupun memisahkan diri dari RI seperti niat pendiri termasuk pengikut keraton. Jika memang tujuan yang dilakukan untuk memisahkan diri dari NKRI  maka pelaku serta pengikut akan terjerat pasal makar 106 KUHP.

Resi Joyodiningrat selaku Penasihat Keraton Agung Sejagat menegaskan bahwa yang dilakukan serta pihaknya bukan aliran sesat. Sebaliknya, penasihat ini menyebutkan bahwa Keraton Agung Sejagat ialah kerajaan yang muncul sebab perjanjian 500 tahun yang lalu sudah berakhir, dihitung saat kemaharajaan Nusantara hilang. Kemaharajaan ini ialah Imperium Majapahit mulai 1518 sampai tahun 2018.

Joyodiningrat juga menyebutkan bahwa perjanjian tersebut terjadi antara  penguasa Majapahit Dyah Ranawijaya dengan Portugis sebagai perwakilan orang barat atau dikenal dengan bekas koloni kekaisaran  Romawi yang pada masa itu bertempat di Malaka tahun 1518. Selanjutnya seperti yang disebutkan oleh Joyodiningrat bahwa setelah perjanjian 500 tahun berakhir, maka kekuasaan barat yang didominasi oleh Amerika Serikat juga berakhir. Jadi, kekuasaan tertinggi kini dikembalikan kepada Keraton Agung Sejagat sebab kerajaan inilah penerus Majapahit yaitu Dinasti Syailendra dan Dinasti Sanjaya.

Keraton ini diketahui keberadaannya dengan bukti bangunan seperti pendopo yang bangunannya belum selesai dibangun. Bagian sebelah utara pendopo terdapat kolam yang dipercaya kolam bersifat sakral. Selanjutnya ditemukan sebuah batu prasasti  yang dilengkapi tulisan Jawa. Prasasti yang dikenal dengan sebutan Prasasti I Bumi Mataram  dibagian kiri terdapat dua tanda telapak kaki sedangkan bagian kanan prasasti terdapat semacam simbol.

Kini Keraton Sejagat dipimpin oleh Totok Santosa Hadiningrat atau juga dikenal dengan nama Sinuwun. Pria ini bersama istrinya Dyah Gitarja dikenal dengan Kanjeng Ratu, menyatakan bahwa mereka adalah pasangan Raja dan Ratu penerus dari kerajaan Majapahit yang telah runtuh ratusan tahun silam.