KAP Garuda Terancam Kena Sanksi Terkait Laporan Keuangan Garuda

13

Kabar tentang dugaan kejanggalan pada laporan keuangan Garuda membuat Kantor Akuntan Publik Garuda terancam dipanggil dan kena sanksi. Kejanggalan ini bukan hanya sekali saja ditemukan, namun terdapat beberapa kejanggalan lain.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) yang ikut memeriksa laporan keuangan Garuda menemukan kejanggalan baru sebelum menyelesaikan pemeriksaan laporan secara keseluruhan. Direksi Penilaian Perusahaan BEI, IGD Nyoman Yetna Setia, mengatakan bahwa terdapat piutang yang belum terealisasi justru diletakkan dalam kolom pendapatan.

Transaksi yang mencurigakan ini bernilai US$ 239 juta yang di dalamnya merupakan hasil kerjasama dengan PT Mahata Aero Teknologi. Kejanggalan ini terdapat pada laporan Triwulan-I 2019.

“Bagaimana mereka mengakui adanya penjualan tersebut, dasarnya apa. Setelah itu triwulan I-2019 kualitas asetnya, bagaimana mereka meyakinkan bahwa piutang yang dicatat di triwulan I itu, itu memang benar-benar dalam kondisi yang colectibility-nya layak untuk dicatat,” jelas Nyoman.

“Kami juga melakukan pengujian terhadap tingkat colectibilty dari aset yang dia punya berupa piutang, kan ini dicatat sebagai piutang. Di perjanjian dikatakan bahwa, cash wajib diterima di bulan Oktober. Sampai saat ini dan tentunya di triwulan I-2019 juga yang disampaikan April belum ada. Sehingga kami mempertanyakan,” tambah Nyoman.

Terkait hal ini, Menteri Keuangan, Sri Mulyani pun juga memberikan respon. Menurutnya, mengenai laporan keuangan tersebut tentu merupakan tanggung jawab pihak Garuda dan KAP. Namun pihaknya tetap melakukan pengawasan dan pembinaan pada KAP yang bersangkutan.

“Laporan keuangan Garuda tidak ada gimana-gimana ya. P3K itu yang kita lakukan adalah pengawasan terhadap dan pembinaan terhadap kantor akuntan publik sudah melihat apakah mereka melaksanakan fungsinya sesuai dengan peraturan yang ada,” jelasnya.

Pihaknya akan melakukan panggilan jika KAP terkait terbukti melakukan standar yang tidak seharusnya, “Standar akuntansinya yang dipakai, jadi kalau mereka tidak melakukan sesuai itu, nanti kita akan panggil mereka.”

Perlu diketahui, Garuda mencatat laba bersih sebesar 809,84 ribu dolar AS yang meningkat tajam dari tahun 2017 dimana saat itu Garuda menderita kerugian sebesar 216,58 juta dolar AS. Hal inilah yang menjadi kejanggalan pertama dalam laporan keuangan Garuda.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sri Mulyani Bakal Panggil Auditor yang Periksa Laporan Keuangan Garuda Indonesia.
Penulis: Ria anatasia
Editor: Sanusi