Kamu Sering Main Sosmed? Yuk, Baca Dulu Aturannya

67

Social media merupakan dunia baru yang dapat digenggam dengan kepalan tangan. Bagaimana tidak, social media kini benar-benar mudah didapat dan digenggam oleh tiap tangan. Bermodalkan gadget dan tentunya kuota data internet, kita dapat mengakses segala berita dan informasi yang termuat dalam social media. Dengan adanya social media pula kita dapat mengupdate dan berbagi informasi yang ada di sekitar kita.

Bukan hanya berita yang ada di sekitar kita saja, ternyata kita juga dapat memperoleh informasi ataupun berita dalam ranah internasional. Namun, beberapa kasus terakhir pengguna dari social media dikejutkan oleh beberapa informasi mengenai kasus pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia), dan kasus-kasus pelanggaran lainnya.

Social media bukan lagi berfungsi membagikan informasi terpenting kepada setiap orang. Social media pun kini berfungsi sebagai wadah saling hujat dan sebagai wadah pertengkaran antar sesama. Lantas bagaimana sih sebenarnya penggunaan social media yang baik dan positif sesuai dengan aturan hukum dan norma yang berlaku ?

  • Jangan percaya hoax

Bukan lagi hal yang tabu, setiap orang dapat mengakses berita dengan tema yang sama dengan sumber berita yang berbeda. Opini yang disampaikan tiap sumber pun berbeda. Bahkan dari mereka ada yang memberikan bumbu-bumbu kebohongan ataupun kebencian. Hal ini dilakukan untuk menarik minat para pembaca.

Sebagai pengguna social media yang cermat ada baiknya kita menanggapi berita dengan cermat yaitu dengan menelusuri kesuluruhan isi berita kemudian simpulkan. Kemudian bandingkan berita yang satu dengan yang lain. Jadi, jangan menelan mentah-mentah berita yang disampaikan dan dimuat di social media.

  • Gunakan untuk menyebarkan hal positif

Social media berfungsi sebagai wadah untuk membagikan informasi ataupun berita yang tentunya tak jauh dari kehidupan sosial. Akan tetapi, beberapa hari terakhir berita di social media mengabarkan hal yang kurang baik dan kurang positif, seperti ujaran kebencian, kasus pembullyan, pelecehan, dan beberapa kasus lainnya.

Sebagai pengguna social media yang baik, yuk kita kembalikan lagi fungsi dan tujuan dari penggunaan social media itu sendiri yang memberikan banyak manfaat untuk orang lain. Seperti memposting ajakan untuk menolong orang lain, motivasi, tips dan trik, video tutorial dan beberapa artikel lainnya yang tentunya memberikan dampak positif bagi orang lain.

  • Berhati-hatilah menggunakan social media

Sikap kehati-hatian ini harus ditanamkan dalam diri kita sendiri. Karena apa ? Postingan yang berbentuk rekaman suara, video, tulisan, foto dan bentuk media lainnya, kini dapat menjadi rekam jejak di seluruh dunia. Jadi meskipun jenis file yang kita unggah sebelumnya itu sudah kita hapus, bisa saja di orang lain itu ada karena sebelumnya mereka telah menyimpan tanpa sepengetahuan kita.

Semisal kita ingin menjatuhkan nama si A dengan menyebarkan foto yang berhasil diedit kemudian disebarkan dalam social media. Nah, si A ini tidak menerima atas perbuatan yang telah kita lakukan. Padahal foto-foto itu sendiri pun sudah dihapus dalam akun social media yang kita miliki. Nah dari sini bisa saja sebelumnya akun-akun lain sudah mengambil dan menyimpan foto si A kemudian menyebarkan dengan bebas tanpa meminta ijin ataupun menkonfirmasi dari kita.

Nah, disinilah sikap kehati-hatian yang dimaksud. Karena selangkah kamu melakukan kesalahan dalam menggunakan social media dampaknya dapat dirasakan seumur hidup. Selain itu rasa penyesalan tentunya ada dan selalu ada di belakang.

Yuk mulai sekarang sama-sama kita gunakan social media sebagai wadah untuk berbagi hal kebaikan yang positif dan bijak.