Kalian Bingung Pilih Kewirausahaan Sosial atau Kewirausahaan Komersial Biasa? Inilah 5 Perbedaannya!

1815

Kewirausahaan sosial atau Social Entrepreneurship telah menjadi perhatian publik selama dua dekade terakhir. Bahkan di Asia sendiri, selama sepuluh tahun belakangan konsep Social Entrepreneurship sangat berkembang pesat. Kewirausahaan sosial atau Social Entrepreneurship merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kewirausahaan, meskipun kewirausahaan sosial memiliki ciri khas tersendiri yang membedakannya dengan kewirausahaan komersial biasa pada umumnya.

Namun ternyata banyak pihak yang masih belum paham dan mengetahui mengenai apa saja perbedaan-perbedaan antara kewirausahaan sosial dengan kewirausahaan komersial biasa lho. Nah berikut ini adalah 5 perbedaan antara kewirausahaan sosial dengan kewirausahaan biasa.

  • Visi

Pada kewirausahaan komersial biasa, visi yang dibuat oleh pendirinya biasanya yaitu dengan tujuan ingin mendapatkan atau menghasilkan profit sebesar-besarnya sedangkan pada kewirausahaan sosial pendirinya memiliki visi yang mulia yaitu usaha yang di jalankan merupakan suatu solusi yang berkelanjutan atas permasalahan sosial yang ada.

  • Modal

Pada kewirausahaan komersial biasa modalnya di dapat dari keuntungan layanan keuangan dan manajerial yang kuat.
Pada kewirausahaan sosial modalnya diperoleh bersaing dengan pembiayaan yang tidak dapat diprediksi dan terfragmentasi

  • Profitabilitas

Pada kewirausahaan komersial biasa jumlah profit dianggap sebagai indikator keberhasilan usaha, sehingga dengan begitu pendiri akan mengejar dan menghasilkan profit sebesar-besarnya, memaksimalkan shareholder.

Pada kewirausahaan sosial profit dianggap sebagai indikator keberlangsungan usaha, hal ini dapat menunjukkan efisiensi dan kemampuan kewirausahaan sosial dalam mengelola biaya, atau bisa dikatakan bahwa profit pada kewirausahaan sosial sebagai sarana untuk keberlanjutan finansialnya.

  • Pengukuran Performa

Pada kewirausahaan komersial biasa ,pengukuran performa usaha sangat bergantung terhadap jumlah profit yang dihasilkan, tidak hanya profit saja , kepuasan pelanggan yang sifatnya terukur serta nilai saham yang dimiliki oleh perusahaan tersebut juga merupakan indikator pengukuran performa dari kewirausahaan komersial pada umumnya.

Pada kewirausahaan sosial indikator utama dalam pengukuran performa tidak dilihat dari profit saja melainkan dilihat juga dari dampak positif terhadap isu sosial yang diangkat serta solusi yang dihasilkan , hal ini terkadang memang sulit diukur.

  • Riset dan analisis

Pada kewirausahaan komersial biasa riset dan analisisnya lebih fokus ke bagaimana caranya agar bisa mencapai target pasarnya sehingga produk atau jasa nya dapat terjual sebanyak mungki dan memperoleh profit yang banyak pula. Pada kewirausahaan sosial riset dan analisisnya lebih fokus terhadap solusi yang dibuat atas sebuah masalah itu apakah benar-benar dibutuhkan komunitas yang dibantu. Kewiarausahaan sosial juga perlu menganalisis proses bisnisnya, sehingga solusi atas permasalahan tersebut dapat berkelanjutan dan dapat direalisasikan dalam bentuk usaha.

Wah ternyata memang ada perbedaan antara kewirausahaan komersial biasa dengan kewirausahaan sosial .Nah ada 2 hal yang sangat terasa sekali perbedaan antara kewirausahaan komersial biasa dengan kewirausahaan sosial , yaitu soal kepentingan diri dan kesadaran sosial. Kewirausahaan komersial biasa memiliki kepentingan diri yang lebih tinggi dan kesadaran sosial yang lebih rendah.

Sedangkan kewirausahaan sosial memiliki kepentingan diri yang lebih rendah dan kesadaaran sosial yang tinggi. Dengan mengetahui 5 perbedaan tersebut maka seharusnya kalian tidak bingung lagi saat akan menentukan indikator apabila ingin memulai usaha komersial biasa ataupun sosial.