Jokowi Poles Bandara Komodo untuk KTT G20

18

Labuan Bajo, 20 Januari 2020 Presiden Joko Widodo terus meningkatkan pengembangan Bandara Komodo dan juga kawassan wisata Labuan Bajo, NTT. Hal tersebut dilakukan tahun ini untuk lancarnya kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 dan ASEAN Summit 2023 nanti.

Perintah ini diberikan oleh Bapak Presiden ketika melakukan kunjungan kerja di Labuan Bajo pada hari ini, Senin (20/1). Berita ini disampaikan langsung kepada para pembantu yang ikut serta dalam kunjungan kerja di Labuan Bajo. Pembantu yang turut serta dalam kunjungan kerja kali ini di antaranya adalah Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio.

Dalam keterangan tertulisnya, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa pihaknya ingin mempersiapkan kawasan wisata Labuan Bajo demi G20 dan ASEAN Summit pada 2023 nanti. Sehingga dalam rangka persiapan kegiatan ini pun sudah mulai direncanakan dan disiapkan mulai dari sekarang.

Menurut Presiden, persiapan tersebut perlu dilakukan supaya daerah Labuan Bajo betul-betul siap sebelum nanti dipromosikan ke pihak luar. Begitu juga ketika proposalnya sebagai lokasi agenda internasional ditawarkan ke pengurus G20 dan ASEAN nantinya.

Presiden Joko Widodo juga mencatat beberapa bidang yang perlu dibenahi. Di antaranya adalah ketersediaan air baku, infrastruktur, pemandangan serta sampah di lingkungan. Hal ini ditargetkan akan selesai pada tahun ini. Setelah itu, promosi bisa dilakukan secara besar-besaran.

Presiden mengatakan bahwa pada tahun 2021 itu nanti Kementrian Pariwisata dapat melakukan promosi secara besar-besaran.

Mengenai ketersediaan air baku, Presiden meminta agar Menteri Basuki menambahkan kapasitas air baku sekitar 100 ml per detik. Lalu dari bidang sampah, Presiden ingin pihak Kementrian mempersiapkan infrastruktur untuk mengolah sampah yang sudah terintegrasi, baik untuk sampah yang ada di darat ataupun sampah yang ada di laut.

Dalam masalah sampah darat, Presdien meminta Kementrian PUPR untuk segera membangun alat pembakar sampah yang akan dioperasikan dengan menggunakan teknologi alat pembakaran pada suhu yang ditentukan. Sehingga sampah-sampah dapat terbakar hingga habis. Teknologi ini disebut dengan incinerator. Lalu, Kementrian PUPR juga diminta untuk membangun tempat pembuangan sampah.

Sedangkan untuk sampah laut, Presiden ingin adanya kapal yang khusus digunakan sebagai pembersih sampah laut. Kegiatan ini diharapakan bisa dimulai pada bulan Februari 2020 nanti dan segera memberikan hasil.

Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya Bakar pun diminta untuk membangun kawasan hijau dengan cara penanaman bibit. Harapannya dengan adanya suatu tempat yang memiliki pepohonan bisa membantu membersihkan udara dan memberikan pemandangan indah.