Jokowi Menang, BPN Tolak Hasil Rekapitulasi KPU

12

Tepat pada hari Selasa, 21 Mei 2019 pada jam 2 pagi dini hari telah diumumkan hasil rekapitulasi KPU pemilihan umum 2019. Dari hasil penghitungan suara oleh KPU dinyatakan bahwa pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin keluar sebagai presiden dan wakil presiden terpilih 2019.

Evi Novida Ginting, komisioner KPU, mengatakan, “Pasangan nomor urut 01 Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin sebanyak 85.607.362 atau 55,5 persen dari total suara nasional. Untuk Prabowo – Sandi meraih sebanyak 68.650.239 suara atau 44,5 persen.” Keterangan dari KPU tersebut membuat banyak pihak bertanya-tanya karena dilakukan pada dini hari.

Saksi BPN, Azis Subekti pun menyatakan menolak hasil rekapitulasi KPU tersebut. Ia merasa masih banyak ketidakadilan dalam hasil tersebut sehingga tim BPN akan melakukan upaya hukum untuk melawan kecurangan yang dianggap merugikan rakyat ini. Tak hanya BPN yang menolak hasil ini, saksi dari Partai PKS, PAN, dan Partai Berkarya juga menolak hasil KPU. Hanya Partai Demokrat saja yang menyetujui hasil KPU.

Berdasarkan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 10 Tahun 2019 tentang Tahapan, Program, dan Penyelenggaraan Pemilu, tim BPN memiliki waktu selama 3 hari untuk melaporkan sengketa mengenai hasil pemilu yang diumumkan oleh KPU. Jika tidak ada laporan, maka secara resmi presiden dan wakil presiden terpilih versi KPU akan langsung dilantik.

Meskipun begitu, tim BPN tidak langsung melakukan laporan ke Mahkamah Konstitusi terkait hasil rekapitulasi KPU yang memenangkan pasangan nomor urut 01. Sebelumnya tim BPN juga telah melaporkan kecurangan yang terjadi beserta bukti kepada Bawaslu. Namun, meskipun Bawaslu telah menanggapi dengan memberikan pernyataan bahwa situng KPU salah input, tidak ada sanksi yang dikenakan oleh Bawaslu.

Hal inilah yang membuat tim BPN menjadi ragu untuk kembali melaporkan bukti lain. Ketidakpercayaan BPN pada lembaga negara MK membuat tim BPN harus berpikir dengan lebih keras lagi karena merasa akan sia-sia jika melaporkan pada lembaga yang orang-orangnya sama.

Namun meskipun begitu, tim BPN terus berusaha sekuat mungkin melawan ketidakadilan yang dianggap telah menggerogoti hampir seluruh lembaga negara di Indonesia ini. Mari kita duduk dan menanti hasil apa lagi yang akan terjadi di negeri kita yang tercinta ini. Semoga pemimpin terbaiklah yang akan dilantik nantinya.