Jokowi Ajak Masyarakat Semakin Waspada Dengan Pengaruh Teroris Pasca Penusukan Wiranto

34

Kejadian penyerangan berupa penusukan yang terjadi pada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto, pada hari Kamis tanggal 10 Oktober 2019 lalu menjadi perhatian banyak pihak, bahkan hingga di luar negeri. Penusukan yang terjadi usai menghadiri acara di Universitas Mathla’ul Anwar ini terjadi di alun-alun Menes tepat setelah Wiranto turun dari mobil.

Pelaku dengan cepat menusukkan senjata tajam ke arah perut sebelah kiri Wiranto tepat ketika ia baru saja turun dari mobil. Pasukan pengawal pun tidak sempat memberikan perlindungan karena pada saat itu memang biasanya Wiranto menyambut jabat tangan masyarakat sekitar. Wiranto langsung dilarikan ke rumah sakit dengan menggunakan helikopter.

Sementara itu, pelaku penusukan langsung diamankan oleh pihak kepolisian. Pelaku terdiri dari dua orang yang merupakan pasangan suami istri. Setelah pemeriksaan lebih lanjut, diduga pelaku terkait dengan jaringan ISIS. Beberapa penemuan didalam rumah kos pelaku yang berupa beberapa buku agama dan sebuah senjata api menjadi bukti penguat adanya hubungan pelaku dengan jaringan teroris ISIS.

Menanggapi kasus penusukan yang menyerang salah satu menterinya, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo memberikan pernyataan pada pers setelah menjenguk Wiranto. “Tadi hanya beberapa menit setelah kejadian penusukan dengan pisau oleh teroris kepada Menko Polhukam Bapak Wiranto, saya langsung mendapatkan laporannya. Dan saat itu juga saya langsung perintahkan yang ada di lapangan untuk segera dibawa dengan heli menuju ke Jakarta menuju ke RSPAD,” ujarnya.

Menurut Jokowi, pelaku yang telah melakukan penyerangan dengan sangat ekstrim ini merupakan jaringan teroris yang harus diwaspadai oleh semua masyarakat. “Kepada seluruh masyarakat, kami ajak bersama memerangi radikalisme dan terorisme di Tanah Air. Hanya dengan upaya bersama terorisme dan radikalisme bisa kita selesaikan dan berantas dari negara yang kita cintai ini,” ucapnya.

Tak hanya Jokowi, Prabowo juga telah menjenguk seniornya. Ia juga membantah isu settingan yang banyak beredar. “Yang jelas saya lihat tadi ada beberapa, mungkin sembilan dokter senior dari TNI. Saya tidak melihat ada rekayasa, saya tidak melihat,” ucapnya.

Meskipun ia datang ketika Wiranto dalam kondisi belum sadar, ia berjanji akan kembali mengunjunginya ketika beliau sudah dalam kondisi sadar.