Jepang Diserang Gelombang Panas, 57 Meninggal Dunia

30
Jepang Diserang Gelombang Panas

Jepang dilanda gelombang panas yang memakan korban jiwa dan ribuan dilarikan ke rumah sakit. Selama gelombang panas yang menyebabkan banyak yang harus dirawat di rumah sakit, total ada 18.374 orang pada pekan lalu. Hal ini disebabkan sakit gelombang panas yang ekstrem. Jumlah tersebut adalah tiga kali lipat dari minggu sebelumnyak yang berjumlah 5.664 orang.

Sejak 2008, menurut Badan Penanggulangan Bencana Jepang, korban sekarang ini merupakan jumlah korban yang tertinggi (sumber : South China Morning Post, 6 Agustus 2019). Setengah pasien yang dirawat di rumah sakit setempat, separuhnya adalah warga lansia yang berusia 65 atau lebih. Sebanyak 729 orang menunjukkan gejala yang cukup parah sehingga membutuhkanlebih dari tiga minggu perawatan.

Pada selasa pagi waktu setempat, pemadaman listrik terjadi sehingga menyebabkan beberapa layanan kereta dengan Sembilan penumpang telah dibawa ke rumah sakit terdekat. Sembilan orang tersebut menjadi tidak sehat atau sakit setelah AC kereta mati.

Pada selasa pagi pukul 08.30 waktu setempat terjadi pemadman listrik yang menyebabkan delapan kereta menjadi tidak bisa beroperasi dan mati total. Mogoknya kereta tersebut terjadi pada stasiun  – stasiun yang dijalankan oleh oleh Keisei Electric Railway, serta Jalur Toei Asakusa dan Jalur Hokuso. Tokyo sendiri meningkat drastis suhunya dari pekan sebelumnya  menjadi 32,5 derajat celcius pada jam 9 pagi. Para korban yang dibawa ke rumah sakit akibat suhu panas tersebut mengeluhkan beberapa gejala seperti pusing sampai tangan mati rasa, meskipun semuanya masih dalam keadaan sadar.

Penumpang yang dipandu ke stasiun Yahiro berjumlah 900 penumpang keluar dari kereta yang berjarak kurang lebih 50 meter jauhnya dengan berjalan kaki ke stasiun Yahiro. Sejumlah kereta pada jalur utama juga ditangguhakan untuk beroperasi sehingga semua penumpang turun dari kereta yang telah berhenti dan berjalan kaki.

Seorang perempuan berusia 54 tahun menuturkan bahwa sebuah pengumuman memberi tahu penumpang dan penumpang saling membantu satu sama lain. Setelah semua keluar rel, dirinya merasa takut karena melihat beberapa penumpang pergi dibawa dengan tandu. Staf keikyu, di stasiun kereta api bandara narita menyarankan pada orang – orang yang menuju Tokyo lebih baik menggunakan jalur atau bus kereta api jepang.

Menurut laporan japan today, sekitar 1857 orang di Tokyo dibawa kerumah sakit, di aichi 1342 orang dan di prefektur saitama sebanyak 1307 orang. Kepulauan Jepang memiliki tekanan udara yang cukup tinggi sehingga menyebabkan gelombang panas lama untuk berlalu. Badan penanggulangan bencana di Jepang menyarankan agar asupan cairan terjaga dan selalu berteduh. Menurut laporan Badan Manajemen Kebakaran dan Bencana Jepang bahwa korban tewas tersebar di 24 perfektur. Kematian tertinggi terjadi di Hokaido sebanyak 7 orang. Di Ibaraki dan saitama masing – masing lima orang.

sumber :kabar24.bisnis.com