Jatmiko, Anggota Banser yang Meninggal Setelah Jaga GP Ansor Jakpus! Begini Kronologinya

120

Anggota Banser akhir – akhir ini sering menjadi topik pembicaraan publik yang hangat sejak di ketahuinya pembakar bendera HTI atau salah satu organisasi yang terkenal dan telah di tutup secara permanen oleh pemerintahan itu di kibarkan pada saat hari Santri Nasional di salah satu kota di Jawa Barat.

Beberapa anggota dari Banser sendiri juga telah di periksa pihak yang berwajib karena perilakunya yang sangat menyeleweng yang menjadi salah satu topik hangat pembicaraan di media sosial.

Kini ada kabar baru lagi mengenai salah satu anggota Banser (Barusan Ansor Serbaguna) yang meninggal dunia sesudah melakukan keamanan di Kantor GP Ansor di Jakarta Pusat pada hari Jumat ini (26/10/2018).

Salah satu Anggota dari Barisan Ansor ini sendiri yang telah di duga meninggal dan menghembuskan napas terakhirnya pada Jumat (26/10) ini telah ada beberapa bukti karena kondisi badan yang kurang fit di sertai terlalu lelahnya menjaga keamanan di Kantor GP ini sendiri.

Beberapa saksi juga melihat Jatmiko di angkat dan di bopong oleh beberapa teman dan rekannya yang berada di dalam Kantor ini. Beberapa saksi melihatnya namun kondisi saat itu Jatmiko sudah tidak sadarkan diri. Pada sore hari sekitar pukul 17.00 kurang lebih, Jatmiko sudah di larikan ke RSCM dengan menaiki mobil kepolisian.

Beberapa teman dan kerabar dari korban sendiri terutama Sekretaris Jendral dari PBNU telah mengkonfirmasi kepada media bahwa berita yang tersebar itu sudah benar adanya. Helmy Faishal Zaini ini sendiri menolak dan memberi konfirmasi bahwa akibat meninggal dari Jatmiko berasal dari Aksi Bela Tauhid.

Dirinya menyatakan bahwa bukan karena bentrok dengan massa Aksi Bela Tauhid yang di lakukan berjalan mulai dari monas hingga di depan gedung Ansor sendiri.

Menurut Helmy, Jatmiko meninggal karena tubuhnya yang lelah dengan beberapa riwayat penyakit jantung dan memang tidak ada kaitannya dengan peristiwa bentrok ini sendiri. Beberapa kader NU sendiri juga langsung dengan sigap melakukan doa dan Shalat Ghaib di kantor dengan di pimpin oleh Kyai Haji Nuril Arifin.

Sebelumnya, hasil dari setiap pemeriksaan yang ada, dan sesuai dengan kata dokter. Jatmiko meninggal karena terlalu lelah bertugas dan menurut keterangan dokter sendiri, Jatmiko terkena serangan jantung.

Menurut beberapa saksi yang ada di Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) sendiri Jatmiko sudah mengeluh karena sakit, lalu tidak lama setelah itu ia terjatuh ke tanah. Teman teman beliau sempat memberikan pertolongan kepada almarhum, namun tidak ada respon apa – apa.

Kemudian secara langsung mereka membawa almarhum ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Menurut keterangan saksi dan teman korban, ketika mereka sudah sampai di Rumah Sakit, ternyata korban sudah meninggal dunia.

Perlu di ketahui bahwa dalam aksi bela Tauhid ini sendiri tidak mengalami bentrok dan situasi sangat kondusif, walaupun tidak menampik bahwa ada adu mulut yang terjadi. Namun, secara keseluruhan aksi juga terlihat sangat kondusif dan tidak ada sangkut pautnya dengan kejadian yang menimpa Jatmiko sendiri.

Jatmiko meninggal dunia setelah mengamankan aksi yang memang pada awal pembicaraan, rencana akan dilakukan oleh gabungan beberapa organisasi sekumpulan massa di depan gedung GP Ansor.

Kepada pihak media, Reno Luqman selaku Wakil Kepala Banser NU ini menyatakan bahwa memang beliau terlalu lelah, dan menyampaikan jangan membesar – besarkan sesuatu apalagi memberitakan berita yang tidak sesuai dengan kebenarannya, karena memang murni beliau meninggal karena terlalui.