Jamaah 22 Mei Jauhi Jatim, Tur Jihad Batal? Begini Kata Gus Aam

27

Hari ini, Senin, 20 Mei 2019 – Kabar burung yang beredar tentang aksi jihad tanggal 22 Mei 2019 mendatang sangat menimbulkan kontroversi di masyarakat. Ketakutan masyarakat akan terjadinya aksi anarkis pada tanggal tersebut bisa dikatakan mulai pudar.

Pasalnya, diketahui jihad ada tanggal 22 Mei 2019 di Surabaya – Jakarta yang diawali oleh simpatisan capres nomor urut 2 ini, Muhammad Roni sudah dibatalkan. Meskipun begitu, para massa yang berasal dari Jawa Timur rupanya tetap tidak terbendung. Massa terus berdatangan dari Jawa Timur disampaikan oleh Solachul Aam Wachid Wahab atau yang lebih akrab disapa Gus Aam. Beliau merupakan salah satu cucu pendiri NU (Nadhatul ulama).

Beliau menyampaikan bahwa tur Jihad yang akan diadakan tersebut bukanlah kewenangannya karena massa tersebut bukan bagian dari pergerakan yang dikoordinir pihaknya.

Gus Aam menambahkan Roni harusnya tidak mengatakan keberangkatannya di tanggal 22 Mei 2019 tersebut dengan kata ‘jihad’. Menurutnya, masyarakat masih belum memahami arti kata jihad dan sudah semestinya Tour Jihad tersebut dibatalkan.

“Apa yang dilakukan oleh Roni sebaiknya harus dibatalkan, karena (kata Jihad) konotasinya jadi seperti kita mau jihad beneran, padahal kita sebenarnya mau aksi super damai ke Jakarta menyampaikan aspirasi, jadi tujuannya harus dilurusin itu, jangan niat yang lain – lain” ujar Gus Aam. Dalam wawancaranya dengan CNN Indonesia di Surabaya, Minggu (19/05/2019).

Gus Aam juga mempertanyakan alasan Muhammad Roni tidak menyatakan acara 22 Mei tersebut dengan kata selain jihad agar lebih santun didengarkan seperti wisata konstitusi, wisata demokrasi dan kata lain yang cenderung lebih halus maknanya dibandingkan dengan kata ‘jihad’.

Menurut Gus Aam, ribuan massa yang akan bergabung dalam aksi ‘jihad’ tersebut sudah memasuki Jakarta sejak hari Sabtu (18/5) malam. Massa diberangkatkan dari rombongan kecil dengan berbagai transportasi mulai transportasi darat – transportasi air.

Beliau menambahkan sudah ada 2500 massa yang sedang dalam perjalanan ke Jakarta yang merupakan bagian dari 10 ribu massa Jawa Timur yang akan tergabung dalam aksi 22 Mei besok.

“Mulai kemarin sudah ada yang berangkat, ada yang naik kereta, dengan bus, ada yang naik pesawat, ada yang naik mobil sendiri, dari semua daerah di Jatim, mulai dari Banyuwangi sampai Ponorogo. Kemudian mereka berangkat juga karena merasa terpanggil untuk hadir di Jakarta” sambung Gus Aam.

Selain itu, semalam (19/5) diadakan razia di titik pemberangkatan aksi 22 Mei yang dilakukan polisi dan para petugas gabungan untuk mengendalikan pergerakan massa ke Jakarta. Titik – titik pemberangkatan tersebut antara lain Terminal Purabaya, Jembatan Suramadu, dan Bandara Juanda. Menurut Gus Aam, razia yang dilakukan polisi itu adalah hal yang wajar. Beliau mengatakan dari pihaknya akan tetap berangkat ke Jakarta untuk menghadiri aksi 22 Mei.

(Sumber : www.cnnindonesia.com)