Jalan Gubeng Surabaya Ambles, Kepolisian Periksa 11 Orang

49

Kemarin Malam, Selasa (18/12), salah satu Jalan di Surabaya sendiri Ambles seakan runtuh ke bawah membentuk lingkaran besar. Kronologi demi kronologi di ceritakan oleh orang orang yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Salah satunya adalah kesaksian dari Ali Topan yang merupakan satpam dari Kantor KOMPAS Jawa Timur. Ia menjelaskan bahwa dirinya berada di depan Kantor Harian KOMPAS Jawa Timur yang berada tidak jauh, sekitar 20 meter dari lokasi kejadian.

Kronologi ini di ceritakan, ketika kejadian tersebut terjadi, memang di sana ada suara Keras seperti terjadinya Gempa Bumi. Bapak Ali Topan sendiri merasakan adanya Getaran seperti Gempa Bumi, dan suara yang bergemuruh.

Kurang lebih pukul 10 Malam Waktu Indonesia Barat kemarin Belai mendengar ada suara ledakan yang memang telah di telusuri sumber suara dari Ledakan Travo yang ada di depan kantor Bank Nasional Indonesia yang memang berada tepat di depan lokasi terjadinya ambles jalan tersebut.

Setelah mendengar suara tersebut Pak Ali langsung segera mendatangi lokasi titik dimana adanya suara ledakan dan gemuruh tersebut ada.

Beliau menyatakan bahwa banyak warga Surabaya yang berteriak dan berusaha menjauh dari lokasi amblesnya jalan tersebut dan memilih untuk memutar balikan kendaraannya.

Bapak Ali sendiri juga sempat menolong Pengendara Roda dua uang hampir jatuh.

Jalan Gubeng sendiri memang jatuh dan ambles sekitar kurang lebih 15 Meter ke bawah. Akibat dari peristiwa ini sendiri, akses ke jalan Gubeng sendiri di tutup. Jalan menuju lokasi yang ambles juga di batasi hanya bole di lintasi kendaraan roda dua.

Kepolisian Surabaya sendiri juga sudah memberikan penjelasan bahwa di duga dampak dari pembangunan Basement dari Rumah Sakit Siloam.

Irjen Pol Luki memberikan konfirmasi kepada awak media mengenai hal ini. Polisi telah melakukan interogasi kepada 5 pekerja basement sejak Selasa (18/12) malam. Hasil dari pemeriksaan ini sendiri sudah di peroleh sedikit informasi.

Irjen Pol Luki juga menjelaskan bahwa keterangan dari saksi sendiri amblesnya jalan ini di karenakan pembangunan basement yang memiliki ukuran 70 x 70 dengan kedalaman 11 Meter dari 19 Meter.

Kapolda Jawa Timur sendiri datang ke lokasi kejadian dan sempat melihat lubang besarnya melalui Drone. Tidak lama kemudian Kapolres Surabaya juga menemani Irjen Pol Luki.

Setelah melihat lokasi, dan bekerjasama dengan tim BASARNAS, telah di nyatakan di dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa sama sekali. Sudah dapat di pastikan tidak ada korban jiwa.

Pemerintah dan Kepolisian sudah berusaha menindaklanjuti lubang ini, karena sekarang merupakan musim hujan dan tentunya lubang tersebut yang besar ini sendiri bisa terisi air, sehingga masih di pikirkan upaya untuk menutup lubang ini. Sebab ini dapat berakibat fatal jika sampai terisi air.

Dari kejadian tersebut, ada dua bangunan yang perlu diperhatikan khusus, yaitu Bank Nasional Indonesia dengan Hotel Elizabeth yang memang pada halaman depannya ikut ambles.

Hingga saat ini, Rabu (19/12) Siang, sudah ada kurang lebih 11 orang dari tiga perusahaan yang berada di kepolisian terkait keterangan mengenai peristiwa ini. Kepolisian sudah mengumpulkan 11 orang dari tim proyek rumah sakit siloam sendiri.

Dari hasil interogasi ada temuan ketika proyek tersebut berlangsung dan penanaman paku bumi sendiri terlihat adanya keluar air dari dalam tanah yang seharusnya tidak ada. Kita doakan yang terbaik untuk kota surabaya, semoga bisa segera teratasi.