Islam Memandang Alkohol yang Terdapat Dalam Kosmetik, Begini Penjelasannya!

12

Tidak bisa dipungkiri penggunaan alkohol masih menjadi hal yang banyak dipertanyakan oleh kaum muslimin. Banyak yang masih salah paham mengenai penggunaan alkohol. Yaitu dimana menurut banyak kaum muslimin, penggunaan alkohol untuk keperluan apapun dianggap haram. Padahal Islam sendiri memiliki aturan yang jelas tentang penggunaan alkohol.

Secara umum, alkohol merupakan sebutan dari senyawa kimia untuk ethanol. Ethanol sendiri memiliki fungsi salah satunya adalah untuk pelarut serta bagian dari minuman keras (Khamar). Karena digunakan untuk minuman keras, sudah jelas bahwa alkohol disini termasuk dalam kategori haram. 

Lain halnya dengan alkohol yang dipakai untuk produk kosmetik. Alkohol yang digunakan untuk kosmetik berfungsi untuk melarutkan bahan – bahan aktif. Sementara itu, alkohol jenis ini dapat juga digunakan sebagai antiseptik yang bertujuan untuk membunuh bakteri.

Sementara itu, Ethanol adalah jenis zat yang mudah terbakar, tidak berwarna, dan cepat menguap. Ethanol adalah salah satu contoh alkohol yang dianggap tidak haram karena mampu mengatasi luka.

Ditinjau dari segi kimia, rumus dari Ethanol berbeda dengan rumus alkohol untuk diminum. Untuk Ethanol sendiri merupakan jenis zat yang tidak bisa diminum. Sementara alkohol yang biasa digunakan untuk Khamar, tidak bisa dijadikan salah satu bahan dasar kosmetik.

Apabila sering kita tahu terdapat kandungan obat batuk yang memakai alkohol dan dalam bentuk sirup, hukumnya haram sebagaimana Khamar itu sendiri.

Lebih lanjut, apa sebenarnya efek samping Ethanol terhadap kulit? Seperti yang dijelaskan diatas kalau Ethanol memiliki sifat mudah menguap, pemakaian Ethanol di kulit bisa menyebabkan kulit menjadi kering. Apabila si pemakai memiliki tipe kulit kering, bila menggunakan kosmetik beralkohol, berakibat akan membuat kulit semakin kering. Di tambah lagi, bisa juga menimbulkan reaksi alergi dan iritasi.

Bagi banyak orang mudah sekali terkena iritasi, apalagi bila kadar Ethanol dalam kosmetik tinggi. Sedangkan, orang yang memiliki kulit sensitif bisa dengan mudah terkena alergi akibat reaksi Ethanol terhadap kulit. 

Sama dengan pemilik kulit kering, pengguna dengan kulit berminyak pun juga bisa terkena reaksi Ethanol. Oleh karena itu harus diperhatikan dengan lebih teliti.

Lalu, bagaimana kadar alkohol yang terdapat di dalam kosmetik?

Pada prakteknya, konsentrasi alkohol yang ada di dalam kosmetik, lebih kecil daripada kadar alkohol yang digunakan untuk antiseptik. Di dalam kosmetik, kadar alkohol memiliki tingkat konsentrasi dibawah 5% sampai 10%. Sedangkan di dalam antiseptik, memiliki tingkat konsentrasi alkohol mencapai 70%. Dan di beberapa kasus tertentu, ada beberapa jenis antiseptik yang mencapai 90% dalam penggunaan alkohol.

Keberadaan alkohol sendiri menjadi penting dalam kosmetik. Berikut ini terdapat pendapat dari Syaikh Muhammad Rosyid Ridho dalam Fatawanya hal. 1631, yang dinukil oleh Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin. Ringkasnya, beliau rahimahullah berkata,

“Alkohol adalah zat yang suci dan mensucikan. Alkohol merupakan zat yang sangat urgen dalam dunia farmasi dan pengobatan dalam kedokteran serta pabrik-pabrik. Alkohol telah tercampur dalam banyak obat-obatan. Pengharaman penggunaan alkohol bagi kaum muslimin menghalangi mereka untuk bisa menjadi pakar dalam banyak bidang ilmu dan teknologi.

Hal ini malah akan menyebabkan orang-orang kafir unggul atas kaum muslimin dalam bidang kimia, farmasi, kedokteran, pengobatan, dan industri. Pengharaman penggunaan alkohol bisa jadi merupakan sebab terbesar meninggalnya orang-orang yang sakit dan yang terluka atau menyebabkan lama sembuh  atau semakin parah.” Syaikh Ibnu Utsaimin lantas memberi tanggapan, “ Ini perkataan yang amat bagus dari beliau rahimahullah.”