Inilah Perbedaan Saham dan Reksa Dana yang Perlu Diketahui Sebelum Berinvestasi!

19

Saham dan reksa dana saham adalah bentuk investasi yang sering kali dianggap sama. Meskipun keduanya sama-sama dalam bentuk saham, namun keduanya memiliki banyak perbedaan.

Maka dari itu, sebelum melakukan investasi, ada baiknya untuk mengetahui perbedaan dari saham dan reksa dana saham terlebih dahulu. Berikut ini adalah beberapa perbedaan saham dan reksa dana yang belum banyak diketahui:

1. Modal awal

Dulu, berinvetasi dalam bentuk saham harus menggunakan modal yang cukup besar. Berjuta-juta harus disiapkan sebelum memberanikan diri untuk berinvestasi dalam saham. Namun sekarang, untuk bisa berinvestasi dalam saham tidak perlu mengeluarkan modal yang besar lagi. Bahkan kini ada pembukaan rekening saham hanya dengan 100 ribu rupiah saja.

Sebenarnya tak jauh berbeda dengan saham, pada reksa dana saham, modal minimum yang diperlukan adalah 100 ribu rupiah. Hanya saja ini hanya berlaku pada reksa dana manajer investasi dan sekuritas. Sangat jarang reksa dana dengan modal kecil seperti ini ditemukan di bank.

2. Keuntungan

Tujuan utama dari sebuah investasi adalah keuntungan. Begitu pula dengan investasi saham dan reksa dana. Keuntungan yang diperoleh dari saham ada dua macam, yakni kenaikan harga (capital gain) dan dividen.

Kenaikan harga saham biasanya dipengaruhi oleh masuknya modal asing, meningkatnya laba perusahaan, kondisi fundamental yang baik, atau adanya spekulasi pembeli. Sedangkan dividen adalah bagian keuntungan dari perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Dividen setiap perusahaan juga berbeda tergantung kebijakan masing-masing.

Pada reksa dana saham, tidak ada pembagian dividen. Yang ada hanyalah kenaikan harga saham. Hal ini dikarenakan adanya kebijakan untuk melakukan investasi kembali termasuk dengan menggunakan dividen. Meskipun begitu, tindakan ini akan menaikkan Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan (NAB per Up).

3. Resiko

Setiap investasi pastinya memiliki resiko dan keuntungannya masing-masing, termasuk dengan saham dan reksa dana. Pada investasi saham, resikonya sebenarnya lebih besar karena portfolio harus dikelola sendiri.

Hal ini sangat berbeda dengan reksa dana dimana instrumen yang terdapat di dalamnya akan dikelola oleh perusahaan manajer investasi yang semuanya adalah orang-orang profesional dalam hal keuangan. Dengan diaturnya reksa dana oleh perusahaan ahli tersebut, pemegang reksa dana tidak lagi perlu bersusah payah.

4. Rencana keuangan

Dalam investasi saham, pemegang saham harus melakukan pembelian dan penjualan saham secara manual karena dibutuhkan insting dan perhitungan yang benar-benar matang. Hal ini berarti membutuhkan pengetahuan yang benar-benar baik tentang kapan waktu tepat untuk menjual dan membeli saham.

Berbeda dengan saham, reksa dana justru dapat direncanakan pembeliannya. Bahkan kamu dapat melakukan pemotongan otomatis dari ATM setiap tanggal gajian tiba.

Itulah beberapa perbedaan saham dan reksa dana yang belum banyak diketahui. Tentukan pilihan investasi dengan bijak agar bisa dimanfaatkan sebaik mungkin di masa depan.