Inilah Hari Baik Untuk Membangun Rumah Menurut Hindu

11

Dalam Agama Hindu, saat melakukan aktivitas tertentu terdapat aturan seperti hari yang boleh dilakukan dan hari yang tidak boleh dilakukan atau sebagai pantangan untuk dilakukan. Biasanya hari ini disebut dengan istilah hari baik dan hari buruk.

Dalam Hindu, Fengshui-nya Bali adalah Asta Kosala Kosali yang merupakan sebuah tata cara, tata letak dan tata bangunan yang digunakan sebagai tempat tinggal atau tempat suci yang harus sesuai dengan landasan Filosofis dengan memperhatikan konsep yang baik seperti pemilihan lahan, pemilihan hari, dan pelaksanaannya.

Perkembangan arsitektur bangunan Bali tidak lepas dari beberapa peran tokoh sejarah Bali Aga pada zaman Majapahit yang banyak mewarisi landasan pembangunan arsitektur bali.

Asta Kosala Kosali ini menjadi sebuah cara penataan lahan untuk tempat tinggal ataupun bangunan suci yang dimana didasarkan oleh anatomi tubuh. Terdapat ukuran yang lebih dari ukuran tubuh yang menjadi pemilik rumah tersebut.

Tidak menggunakan meteran melainkan menggunakan ukuran tangan. Jadi ukuran tersebut nantinya akan sempurna dan cocok dengan pemilik rumah.

Selain itu, pembangunan dan tata caranya menggunakan konsep mata angin, yakni 9 mata angin yang dimana setiap bangunannya memiliki tempatnya tersendiri seperti:

  • Dapur: Sebaiknya diletakkan di sebelah selatan karena berhubungan dengan Api.
  • Tempat Sembahyang: Sebaiknya ditempatkan di tempat matahari terbit, yakni disebelah timur. Hal ini dikarenakan tempat sembahyang berhubungan dengan tempat untuk menyembah.
  • Sumur: Sumur sebaiknya diletakkan di Utara, dimana gunung berada. Hal ini dikarenakan sumur merupakan sumber air.

Selain itu, status juga menjadi pedoman yang sangat penting dalam membangun rumah. Di Bali, ada yang disebut dengan Puri atau Jeroan. Biasanya puri atau jeroan dibangun oleh wangsa kesatria, namun saat ini sudah banyak yang membangun puri atau jeroan sehingga siapapun bisa membangun bangunan ini.

Kemudian warna, warna juga merupakan sistem yang hararki. Di Bali, Hirarkial berpengaruh dengan tata ruang bangunan sehingga dalam pembangunannya akan dibagi menjadi beberapa bagian seperti Jaba, Jaba Jero. Nista, Madya, dan utama.

Selain itu, dalam membangun rumah, umat Hindu melakukan beberapa upacara atau ritual agama yang mengandung makna memohon izin dan memastikan suatu tanah atau lahan yang digunakan untuk pembangunan statusnya mensucikan. Selain itu, ritual ini digunakan untuk memohon kepada Hyang Widhi untuk kebaikan atas pembangunan ini.

Umumnya, dalam Hindu terdiri atas hari baik dan hari buruk. Termasuk dalam membangun rumah. Hari yang baik untuk membangun rumah biasanya di bulan Februari ataupun Maret. Dalam menentukan hari baik dan hari buruk juga beragam cara.

Membangun rumah di hari baik artinya akan memberikan kebaikan dan kelancaran dalam pembangunannya, sementara membangun rumah di hari buruk atau hari pantangan akan mendatangkan masalah atau kesialan. Sebenarnya tidak semua mempercayai hal ini, namun masih banyak yang mengikuti aturan turun temurun ini.