Inilah 4 Cara Menilai Perusahaan yang Sehat Dan Selalu Dilirik Investor!

26

Menjalankan perusahaan bukanlah perkara yang mudah. Ada banyak hal yang harus diperhatikan dan diawasi dengan baik agar perusahaan juga berjalan dengan baik.

Persaingan bisnis yang semakin ketat juga menjadi ancaman bagi beberapa perusahaan. Bagi perusahaan yang keuangannya tidak sehat, persaingan bisnis akan semakin memperparah kondisi perusahaan.

Perusahaan yang sehat dapat dinilai dari keuangannya. Kriteria perusahaan yang sehat tentunya akan memberikan dampak baik bagi perusahaan karena akan dengan mudah menarik investor.

Berikut ini adalah beberapa cara menilai perusahaan yang sehat:

1. Laba

Salah satu indikator dari perusahaan yang sehat adalah adanya laba. Tujuan dari dibangunnya suatu perusahaan tentunya adalah untuk memperoleh laba sebesar-besarnya. Namun apa jadinya jika perusahaan justru tidak menghasilkan laba?

Perusahaan yang sehat akan menghasilkan laba setiap tahunnya. Sedangkan perusahaan yang masuk dalam kategori akan bangkrut adalah perusahaan yang tidak menghasilkan laba selama 1 periode (1 periode adalah 5 tahun).

Investor tentunya tidak akan mempercayakan uang mereka pada perusahaan yang tidak mampu menghasilkan laba. Bahkan jika dalam 1 periode tersebut perusahaan pernah menghasilkan laba satu kali, investor tetap akan berpikir ribuan kali untuk menanamkan modalnya.

2. Persediaan kas

Kas adalah unsur penting dalam menjalankan operasional perusahaan. Tanpa kas, operasional perusahaan dapat berhenti. Kas digunakan untuk membayar gaji pegawai, membeli persediaan, dan kegiatan operasional lainnya.

Kas berbeda dengan laba. Suatu perusahaan yang mempunyai laba dalam jumlah banyak sekalipun dapat memiliki cadangan kas yang tidak mencukupi.

Perusahaan yang sehat biasanya memiliki persediaan kas yang mencukupi, baik berupa uang tunai, giro, atau bentuk lain yang mudah dicairkan.

3. Indikator keberlanjutan

Perusahaan yang sehat bukan hanya dinilai dari keuangannya saja. Perusahaan yang sehat juga dinilai dari manajemen perusahaan.

Perusahaan yang sehat juga memiliki manajemen yang baik dimana manajemen tersebut mampu melihat peluang dan tantangan ke depannya. Manajemen yang baik tidak akan mengorbankan peluang jangka panjang hanya untuk keuntungan jangka pendek.

Banyak perusahaan yang memiliki laba yang tinggi namun justru harus berakhir dengan tragis karena manajemen yang buruk. Sebut saja Nokia yang dulu menolak Android. Kini setelah Android booming, Nokia justru terpuruk dan harus memulai ketenarannya lagi dari awal.

Keberlangsungan perusahaan sangat bergantung pada manajemen yang baik sehingga perusahaan bukan hanya mengejar keuntungan saja, tapi juga keberlangsungan di masa yang akan datang.

4. Pertumbuhan

Perusahaan yang sehat akan mempunyai pertumbuhan yang baik. Perusahaan bukan hanya bertahan di persaingan bisnis yang semakin ketat, tapi juga harus selalu berinovasi dan melakukan perubahan sesuai dengan permintaan pasar.

Banyak perusahaan ternama yang justru harus mundur dari persaingan bisnis karena ketidak mampuan dalam melakukan inovasi. Perusahaan semacam ini tentunya akan semakin ditinggalkan oleh konsumen penikmat produknya.

Untuk mempertahankan keberlanjutan dan meningkatkan pertumbuhan perusahaan, perusahaan harus berani melakukan berbagai tindakan yang sesuai dengan perubahan jaman dan permintaan pasar.

Itulah 4 cara menilai perusahaan yang sehat. Perusahaan yang sehat tentunya akan menjadi perusahaan yang selalu di lirik oleh para investor. Maka dari itu, sangat penting untuk mempertahankan posisi perusahaan agar tetap stabil.