Ini yang Dilakukan UNY untuk Merawat Ideologi Pancasila

20

Sebagai ideologi negara, Pancasila menghadapi berbagai tantangan yang semakin besar. Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi peningkatan kasus konflik akibat kasus intoleransi di beberapa wilayah.

Yudi Latif Phd (Doc. UNY)

Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta Yudi Latief, Phd mengungkapkan bahwa Pancasila merupakan satu-satunya ideologi pengikat kebersamaan sesama elemen bangsa Indonesia. Oleh karena itu, perlu kita temukan metode pemahaman baru agar Pancasila ini semakin lama tidak kehilangan makna.

“Sekarang ini sekeras apapun perdebatan antara pendukung kubu 01 dan 02, tetapi untungnya masih berada dalam lingkaran Pancasila. Tapi sampai kapan ini akan bertahan?” ujar Yudi dalam Diskusi Pendidikan dan Forum Media yang berlangsung di Kampus UNY Kamis (9/5/2019).

Salah satu cara untuk merawat Pancasila adalah melakukan pemahaman Pancasila sejak usia dini. Oleh karena itu perlu disusun kurikulum Pancasila untuk anak usia dini yang lebih praktis dan mudah diterapkan pada kehidupan sehari-hari.

“Anak-anak perlu diajari tentang kepedulian sejak dini. Jadi pengajaran nilai Pancasila itu tidak melalui metode menghafal tetapi melalui ajaran perilaku keseharian.” tandas Yudi.

Selama ini Yudi menilai praktek pendidikan Pancasila di sekolah-sekolah terutama sekolah usia dini terjebak pada pendidikan teoritis dan menghafal. Padahal justru pada masa usia dini itulah masa penanaman nilai-nilai Pancasila itu dilakukan.

“Kalau soal menghafal itu nanti saja kalau sudah masuk Sekolah Dasar. Kalau anak usia dini ajarkan hal-hal yang praktis yang bisa dilakukan keseharian.” ujar Yudi.

Sementara itu, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta Prof.DR.Sutrisno Wibowo M.Pd mengungkapkan bahwa dalam semangat reaktualasi nilai-nilai Pancasila UNY mengimplementasikannya lewat sejumlah langkah riil.

Selain meningkatkan sejumlah kegiatan penelitian Pancasila, UNY juga membentuk Pusat Studi Pancasila dan Konstitusi (PSPK). Institusionalisasi PSPK ini ditindaklanjuti dengan pelaksanaan penelitian serentak 25 judul mengenai Pancasila berikut praktek pembelajarannya.

“Kalau orang lain suka ramai-ramai, kalau kami ini suka-nya diem-diem tapi langsung kerja dan ada hasilnya.” ujar Sutrisno.