Ini Fakta Nanda Mei Sholihah, Sang Pelari Asian Para Games 2018 Penyandang Disabilitas

41

Setelah sukses menggelar Asian Games 2018 di Jakarta, kini Indonesia tengah mempersiapkan perhelatan akbar berikutnya yaitu Asian Para Games 2018 atau Paragames Asia yang dikhususkan bagi atlet penyandang disabilitas. Tahun 2018 ini merupakan kali ketiga perayaan Asian Para Games yang sebelumnya digelar di China pada tahun 2010.

Terdapat 18 cabang olahraga yang akan diperlombakan dengan ketersediaan 19 venue yang akan digelar pada 6 hingga 13 Oktober 2018. Salah satu diantara cabang olahraga tersebut adalah atletik. Dari cabang atletik tersebut, Indonesia mengutus salah satu atlet yang bernama Nanda Mei Sholihah. Wanita berusia 19 tahun ini mengaku bahwa Ia sangat merasa terhormat bisa menjadi salah satu utusan Indonesia di perhelatan akbar Asian Para Games 2018.

Lalu, siapa sebenarnya Nanda Mei Sholihah ini? Seperti apa pengaruh wanita muda ini terhadap perkembangan dunia olahraga Indonesia?

Nanda Mei Sholihah merupakan seorang atlet Indonesia yang dilahirkan di Kediri pada tanggal 17 Mei 1999. Nanda tercatat sebagai salah satu para atlet nasional Indonesia yang dilahirkan dengan keterbatasan pada tangan kanannya. Di tengah keterbatasannya tersebut, Nanda tidak pernah menyerah dengan keadaan dan selalu membuktikan bahwa Ia pantas mendapatkan yang terbaik dengan terus belajar dan berusaha meningkatkan potensi diri.

Lalu, seperti apa kisah hidup Nanda Mei Sholihah? Seperti apa fakta kehidupan yang menyertai perjalanan karirnya?

Sebelum namanya melambung tinggi di kancah Nasional bahkan Internasional, Nanda sempat menghadapi kepahitan dalam hidup. Cerita kehidupan Nanda tersebut terangkum dalam beberapa fakta, yaitu:

  1. Pembawa Obor Asian Para Games 2018

Nanda merupakan satu dari empat atlet yang diutus menjadi pembawa obor Asian Para Games di Yogyakarta. Hal tersebut merupakan usul dari salah satu sponsor yaitu Pocari Sweat yang memiliki tujuan untuk mempromosikan Indonesia di mata dunia.

  1. Atlet Muda yang Berprestasi

Diusianya yang terbilang masih sangat muda, Nanda berhasil mengukir banyak prestasi di bidang Olahraga. Beberapa prestasi tersebut diantaranya adalah perolehan medali emas ASEAN Youth Para Games 2013, medali perak dan perunggu pada pergelaran ASEAN Para Games 2014, perolehan tiga medali emas sekaligus pada pergelaran ASEAN Para Games 2015, dan perolehan tiga medali emas berikutnya di ASEAN Para Games 2017.

  1. Kenyataan Pahit Dibalik Kesuksesan yang Kini Telah Diraihnya

Sebelum resmi menjadi seorang atlet, Nanda sempat menerima kenyataan pahit tentang penolakan sebuah sekolah terhadap kehadiran dirinya. Ia diusulkan oleh sekolah tersebut untuk bersekolah di SLB.

  1. Menjadi Atlet Sejak Duduk di Bangku Sekolah Dasar

Ternyata, menjadi seorang atlet merupakan sebuah tawaran dari persatuan paralympic yang menyatakan bahwa Nanda adalah anak yang berbakat. Ia berhasil memulai karirnya ketika berada di bangku sekolah dasar.

  1. Nanda Berhasil Membuktikan Kepada Dunia Bahwa Keterbatasan Bukanlah Akhir dari Segalanya

Di tengah keterbatasan yang Ia hadapi, Ia berhasil membuktikan bahwa dunia juga membutuhkan orang seperti dia. Selain itu, Nanda juga sudah membuktikan bahwa kasih sayang orangtua memang hal yang terbaik melebihi apapun sehingga Ia bisa merasakan kehidupan seperti saat ini.

Kisah Nanda tersebut seharusnya menjadi pelajaran bagi kita bahwa tidak ada satu orang pun yang berhak membatasi kemampuan seseorang dikarenakan ketidaksempurnaan fisik. Semua cita-cita dapat diraih dengan baik jika kita mampu bertahan dan terus berusaha.