Ini Dia Tiga Kunci Kebahagiaan Hidup Dunia Akhirat

25

Setiap orang pasti ingin mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat, lalu bagaimana caranya? Berikut 3 kunci untuk mencapainya:

1. Perbanyak mengingat Allah

Pada dasarnya tugas utama manusia hidup di dunia ini adalah mengabdi pada Allah, mengabdi dalam hal ini adalah tidak meninggalkan sholat lima waktu, tidak lalai mengerjakan shalat-shalat sunnah, membaca Al-Qur’an dan ibadah-ibadah lainnya. Lihatlah firman Allah “Ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya AKU ingat (pula) kepadamu” (Q.S Al-An’am : 162).

Perhatikan, pahami dan amalkan ayat tersebut, jika kita selalu mengingat Allah disetiap aktivitas kita, dalam keadaan susah maupun senang tidak pernah lupa mengingat Allah, disaat sedih ingat Allah mintalah hanya kepada-Nya memohon agar segala beban hidup dimudahkan begitupun ketika merasa senang ingat Allah. Jangan hanya disaat kita sedih baru meminta, memohon kepada Allah tapi jika sudah tiba masa bahagia kita sudah lupa mengingat Allah padahal yang memberi kita kebahagiaan yang hakiki itu adalah Allah bukan manusia!

2. Perbaiki niat

Niat adalah segala kunci. Kunci apa? kunci apakah amal ibadah kita diterima atau tidak, ketika niat kita selalu baik, maka segala sesuatu yang kita lakukan bernilai pahala disisi Allah. Baru kita niatkan ingin bersedekah di masjid atau ingin bangun sholat tahajud itu sudah dicatat amal baik disisi Allah karena dari awal niat kita sudah baik. Begitu juga ketika kita berniat jahat, baru kita berniat ingin mencuri atau berbohong juga sudah tercatat amal buruk itu, tetapi jika tidak jadi dilakukan maka niat buruk tersebut tidak jadi pula dicatat, itulah maha bijaknya Allah, maha pengasih-Nya dan Maha penyayang-Nya. Jika segala aktivitas kita diniatkan hanya karena Allah dan Rasul-Nya insyaAllah kita mendapatkan keberkahan dan pahala disisi-Nya.

3. Bersyukur

Kunci kebahagiaan hidup dunia akhirat adalah perbanyak bersyukur mengapa? Karena dengan bersyukur hati kita selalu merasa lapang, selalu merasa bahagia bersyukur dengan apa yang kita miliki, bersyukur atas semua nikmat yang diberikan Allah kepada diri-diri kita. Jika pikiran sudah teracuni oleh nafsu mengapa uang saya sedikit, mengapa hidup saya selalu sulit, mengapa wajah saya tidak setampan atau secantik dia, mengapa saya tidak terkenal seperti dia, stop dan berhentilah berpikir seperti itu!

Kita melihat hidup orang lain nampaknya selalu bahagia tapi coba pikir lebih jauh lagi belum tentu mereka yang kaya bahagia, belum tentu mereka yang terkenal merasakan nikmatnya ketenangan, belum tentu mereka yang tampan atau cantik merasakan nikmatnya kebahagiaan, bisa jadi hidup kita yang hanya pas-pasan tapi kita selalu merasa bahagia. Jika masalah atau ujian hidup datang menghampiri itu tandanya Allah sayang sama kita karena Dia ingin menaikkan derajat hidup kita maka bersabarlah! Buah kesabaran itu manis.

Jika kita tak pandai bersyukur maka sering-seringlah kita melihat kebawah lihatlah mereka yang terbaring lemah di rumah sakit mungkin mereka ingin membayar berapa pun untuk bisa kembali sembuh, lihatlah mereka yang bekerja namun fisik mereka tidak sempurna tapi mereka bisa bersyukur karena bisa beraktivitas dan menghirup udara segar tidak seperti orang-orang yang terbaring lemah di rumah sakit.

Lantas apa yang membuat kita enggan untuk selalu merasa bersyukur fisik kita yang masyaAllah sempurna, keadaan ekonomi kita yang Alhamdulillah masih ada dan lebih dari cukup, hidup kita yang tidak serumit dan tidak seribet mereka para pemegang kekuasaan, para artis, maka dari itu masih enggankah kita bersyukur?