Ini Dia Alasan Hendra Setiawan Ditunjuk Sebagai Kapten Tim

14

Empat hari sebelum keberangkatan tim Indonesia ke Nanning untuk melakoni kejuaraan Sudirman Cup, PBSI mengumukan secara resmi atlet atlet yang akan bertanding di China pada tangga 19 – 26 Mei 2019. Selain itu, PBSI juga mengumumkan siapa yang menjadi atlet dan memimpin tim di kejuaraan kali ini.

Kapten tim Piala Sudirman Indonesia tahun 2019 ini ialah Hendra Setiawan, atlet berusia 34 tahun ini dipercaya untuk memimpin atlet atlet lain dalam menjalani pertandingan ini. Tidak sendirian, Hendra didampingi oleh partnernya di ganda putra yakni Mohammad Ahsan sebagai wakilnya. Mereka kedua memang menjadi atlet paling senior dalam tim ini.

Budiharto selaku Sekjen PBSI menjelaskan alasan mengapa Hendra dipilih menjadi kapten tim ” Piala Sudirman ini kan kejuaraan beregu, berkaca dari pengalaman kami membawa tim dibutuhkan tim yang kompak, solid dan memiliki komunikasi yang baik. Faktor teknis memang berpengaruh namun ternyata faktor non teknis lebih banyak berperan” jelas Budiharto

Budiharto mengatakan bahwa komposisi atlet Indonesia yang dibawa memiliki kualitas yang baik, namun apabila di kejuaraan beregu dibutuhkan satu sosok yang dapat menyatukan mereka semua dan disinilah dibutuhkan seorang kapten. “Berdasarkan pengalaman dan kepribadian, kami memilih Hendra dan Ahsan selaku Kapten dan Wakil Tim ini.” tambah Budiarto

Hendra sendiri merupakan atlet yang sangat berprestasi, Hendra bersama Markis Kido berhasil membawa Indonesia mendapatkan medali emas pada Olimpiade Beijing 2008. Lalu bersama partnernya saat ini yaitu Mohammad Ahsan, mereka berhasil mendapatkan medali emas pada Asian Games 2014 yang diselenggarakan di Korea Selatan.

Pada acara itu, Hendra Setiawan tidak dapat hadir dikarenakan sakit gigi. Wakilnya yakni Muhammad Ahsan mengaku tidak memiliki beban untuk memimpin tim Indonesia ” Nanti kan anda Hendra jadi kita kerja saling bantu saja agar tidak berat” Jelas Ahsan yang baru saja kembali dari New Zealand setelah berhasil meraih juara di sana.

Persiapan yang dilalui Hendra/Ahsan memang terbilang sedikit hal ini dikarenakan mereka baru saja menjalani pertandingan di New Zealand. Namun, dalam waktu yang singkat ini mereka memaksimalkan kekuatan fisik dan teknis mereka. Kekompakan merupakan kunci dalam setiap pertandingan duo bapak ini.

Setelah sempat dipisah beberapa waktu, Hendra dan Ahsan akhirnya dipersatukan lagi pada tahun 2018. Pasangan yang dijuluki The Daddies ini perlahan mulai kembali memperlihatan kepiawaian mereka. Hal ini terbukti saat mereka berhasil menjadi runner up Indonesia Master 2019 setelah kalah dipartai final oleh rekan senegara yakni Marcus/Kervin.

Pada kejuaraan All England, Hendra dan Ahsan berhasil menyelamatkan Indonesia dengan meraih medali emas setelah kemenangan dramatis melawan pasangan Malaysia. Dibabak semifinal ketika melawan Jepang, Hendra sempat mengalami cidera. Namun semangat atlet ini luar biasa sehingga mereka berdua berhasil meraih gelar All England kedua mereka.