Ini Dampak Positif dan Negatif Bila Ujian Nasional (UN) Dihapuskan

53
ujian nasional dihapus

Baru baru ini Presiden Jokowi di masa kedudukannya sebagai Presiden di periode kedua, mulai menunjuk menteri menteri dan staf staf kepresidenan yang baru. Salah satu yang menjadi sorotan adalah Menteri Pendidikan Nadiem Makarim. Lebih dikenal sebagai seorang pengusaha, Nadiem Makariem merupakan pendiri perusahaan Gojek. Pria kelahiran Singapura pada 4 April 1984 ini yang juga merupakan lulusan Harvard University ini sukses mendapat dukungan dari masyrakat ketika ditunjuk Presiden Jokowi sebagai Menteri Pendidikan yang baru.

Di awal jabatannya, Nadiem mampu memberikan gebrakan baru di era masa jabatannya ini dengan memberikan proker terbarunya melalui wacana menghapuskan UN untuk siswa SD, SMP dan SMA di Seluruh Indonesia. Wacana nya ini pun rupanya menuai banyak pro dan kontra dari masyarakat. Banyak yang mendukung, namun banyak juga yang menyayangkan usulan proker menteri Pendidikan yang baru ini. yang menjadi pertanyaan publik adalah benarkah pendidikan di Indonesia akan benar benar efektif jika pemerintah menghapus UN. Lalu apa saja dampak negatif dan positif dari dihilangkannya UN ini. berikut adalah beberapa dampak positif dan negatif jika UN benar benar dihapus.

Dampak Positif jika Ujian Nasional Dihapus

  • Dana untuk keperluan UN bisa disalurkan ke dana pendidikan yang lain

Pihak kementrian pendidikan dan kebudayaan mengatakan bahwa setiap tahunnya UN disediakan dana sebesar 500 Miliar. Meskipun pada thaun 2019, pemerintah mengklaim bahwa telah mengurangi pengeluaran UN hingga hanya menjadi 210 Miliar. Hal tersebutlah yang menjadi alasan kuat mengapa UN akan dihapuskan, yaitu untuk mengurangi pengeluaran dan menyalurkannya ke proker lain misalnya untuk memperbaiki sarana dan prasarana. Yang masih kurang dan belum merata.

  • Mengurangi beban belajar siswa dan menerapkan sistem pendidikan yang baru

Nadiem mengklaim bahwa di negara negara maju seperti Amerika dan Eropa, meskipun tidak menerapkan sistem Ujian Nasional pendidikan di negara negara tersebut tetap maju dan berkualitas. Dengan adanya sistem baru, masyarakat dan siswa akan lebih bisa melihat sistem manakah yang lebih baik untuk kemajuan siswa dan psikologi siswa. Karena kebanyakan negara negara Amerika dan Eropa tidak menerapkan Ujian Nasional karena menganggap bahwa tingkat kualitas dan mutu nilai prestasi anak tidak bisa dinilai dengan hanya satu penilaian final, tetapi harus dilihat melalui prosesnya dan tingkat peningkatan siswa dari proses belajar setiap hari.

Dampak Negatif jika Ujian Nasional Dihapus

  • Tidak dapat lagi melihat tingkat pendidikan di seluruh Indonesia secara merata

Seperti yang kita tahu, bahwa salah satu tujuan UN adalah mengukur pencapaian hasil belajar dan pemetaan program kualitas pendidikan di tiap tiap daerah di seluruh Indonesia. Jika UN dihapus? Lalu bagaimana cara pemerintah memeratakan kualitas pendidikan di Indonesia? Kita sama sama tahu jika di tiap tiap daerah akan menerapkan kurikulum dan materi yang berbeda beda. Jika UN tidak ada, bagaimana perguruan tinggi akan menilai pencapaian akhir siswa secara merata? Hal hal itulah yang menjadi penentang kenapa ada banyak masyarakat yang menentang jika UN dihapuskan.

  • Menurunnya minat dan motivasi belajar siswa

Banyak yang berpendapat bahwa jika UN dihapuskan, maka minat siswa dalam belajar serta motivasi siswa dalam belajar akan menurun. Hal itu disebabkan jika tidak adanya penilaian akhir yang bersifat penilaian sesuai standart Pemerintah, bukan sekolah yang bisa saja membantu siswanya ataupun demi beberapa hal yang lain. Adanya UN dinilai memiliki nilai penting untuk memotivasi siswa agar serius belajar demi mendapatkan hasil yang memuaskan dalam ujian akhir nasional.

Terlepas dari pro dan kontranya, masyarakat dari golongan Guru maupun orang tua siswa mengharapkan Nadiem mampu membuat keputusan yang benar demi kemajuan penerus penerus bangsa.