Ini Bukti Kesungguhan Prabowo dalam Menjalankan Rukun Islam

56

Capres Prabowo Subianto mengatakan bahwa seorang mualaf tidak perlu dipaksakan untuk bisa mengaji dengan cepat karena masih tahap belajar. Seharusnya kita umat islam bersyukur dan senang adanya seorang tokoh bangsa terkenal di indonesia mendapat hidayah dari Allah SWT, seorang non muslim masuk islam jadi mualaf maka bertambah saudara kita umat islam.

Pak Prabowo jadi mualaf sudah puluhan tahun dan belajar baca Al Quran. Bahkan pak Prabowo Subianto sudah melaksanakan rukun islam ke lima, beribadah ke tanah suci mekah, berhaji dan juga pak Prabowo peduli pada umat islam menyumbang uang pribadi Rp 1 Miliar membantu perjuangan umat islam di Palestina.

Pak Prabowo mengatakan “Kita jangan hanya ucapan mulut, tapi juga tindakan. Kita harus kumpulkan dana walau sedikit. Kalau perlu, darah, relawan, medis, relawan kemanusiaan, untuk membantu orang yang diserang dengan cara-cara yang di luar kemanusiaan.”

“Saya commit sumbang Rp 1 miliar untuk membantu Palestina,” kata Prabowo saat menghadiri aksi damai untuk Palestina di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat.

Itulah bukti pak prabowo bersungguh-sungguh dalam menjalankan ajaran islam dan sudah melaksanakan 5 rukun islam. Dihimpun dari berbagai sumber, Prabowo belajar mengaji dan bahasa Arab dari Sambo. Belajar juga diisi dengan perbincangan ringan.

“Waktu itu belajar baca Iqro walaupun belum sampai Quran, tapi sudah bisa kalimat sambung. Belajar mengajinya sekitar 8 bulanan, kira-kira sampai 20 kali pertemuan dan itu intens,” tambah dia. Selama mengajari Prabowo mengaji, saat itu Prabowo hampir berusia 50 tahun. Meski usia sudah separo abad, mantan Danjen Kopassus itu tak malu belajar. Kala salah membaca dan diminta mengulang, Prabowo tak sungkan. Beliau rendah hati dan orangnya komitmen serta terus terang,” kata Sambo.

“Pak Prabowo berbicara bahwa umat Islam adalah mayoritas di negeri ini, kalau umat Islam kuat maka Indonesia akan kuat, sebaliknya jika umat Islam lemah maka Indonesia akan lemah,” tutup Sambo.

Sebenarnya pak Prabowo bisa ngaji baca ayat Al Quran, hanya saja pak Prabowo tidak sombong dan tidak pencitraan. Karena menyadari sebagai seorang mualaf ilmu agamanya masih rendah, itulah pak Prabowo tidak bersedia jadi imam dan memilih jadi makmum saja  karena setiap mesjid sudah ada imam khusus sesuai tuntunan ajaran agama islam.

Kita tidak bisa mengukur ilmu agama seseorang karena dalam ilmu agama islam ada seseorang yang mendapat hidayah dari Allah SWT dengan mudah hafal baca ayat Al Quran hanya dengan cara mendengarkan saja, seperti tunanetra dengan mudah bisa menghafal ayat Al Quran, hafal 30 juz ayat Al Quran, tetapi sebagai manusia kewajiban kita belajar ilmu agama sampai akhir hayat kita.