Ini Beberapa Penyelesaian Kasus Novel Baswedan yang Masih Jadi Misteri Selama Dua Tahun

11

Setelah dua tahun vakum dari permukaan, kasus Novel Baswedan kembali dipertanyakan. Apakah tindak hukum yang dilakukan untuk mengatasi kasus tersebut telah menemukan titik terang? Laporan jelas mengenai masalah ini masih dalam lingkup penyelidikan pihak yang berwajib.

Novel Baswedan adalah penyidik KPK yang merupakan korban penyiraman air keras. Namun hingga kini kasus tersebut belum menemukan titik terang akan siapa pelaku penyiraman air keras tersebut. Menghadapi hal itu, para pegawai KPK mendesak agar kasus ini harus diselesaikan secara tuntas. Apakah kasus ini sudah menemukan usaha untuk meraih titik terang? Berikut adalah beberapa langkah yang telah ditindaklanjuti demi membongkar kasus Novel Baswedan.

1. Usaha Demi Usaha untuk Mencapai Sebuah Keadilan

Dilansir dari kompas.com, kejadian malang itu menimpa Novel Baswedan pada 11 April 2017 lalu sepulang dari sholat subuh berjamaah di masjid. Novel Baswedan disiram air keras oleh orang yang tidak dikenal. Dari kejadian tersebut, wajahnya mengalami kerusakan dan sayangnya tidak ada satu pun yang menjadi saksi atas kejadian tersebut.

Setelah mengalami kejadian tersebut, Novel Baswedan menjalani pengobatan untuk kesembuhan matanya yang menjadi sasaran penyiraman air keras. Lepas dua tahun dari kasus ini, Novel Baswedan masih terus berharap pihak yang berwajib dapat menemukan titik terang.

2. Bantuan Australia untuk Tindak Lanjut

Setelah segala upaya dilakukan, jajaran polisi Indonesia meminta bantuan kepada pihak kepolisian Australia (Australia Federal Police) untuk mempelajari rekaman CCTV. Masih dari kompas.com, tersangka terduga atas kasus ini sudah ditemukan namun dilepaskan kembali. Hal ini dikarenakan mereka bukanlah orang yang sama dengan yang terekam di CCTV saat itu. Setelah mempelajari kasus ini secara mendalam, Kapolri Jenderal Tito Karnavian meluncurkan sketsa wajah terduga penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Namun, lagi-lagi dugaan akan tersangka kasus ini juga tidak memiliki bukti yang cukup kuat untuk ditindaklanjuti.

3. Pembentukan TGPF Sebagai Salah Satu Tindakan Pasti

Langkah pasti kembali ditempuh agar masalah ini menemukan titik terang. Kepolisian membentuk tim gabungan pencari fakta atau TGPF. Tim ini terbentuk setelah mendapatkan mandat dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian tertanggal 8 Januari 2019. TGPF beranggotakan 65 orang yang terdiri dari internal KPK, pakar, dan kepolisian.

4. Pencarian Titik Terang Hingga ke Berbagai Daerah

Selain berfokus pada tempat kejadian perkara, TGPF menyebar pencarian mereka hingga ke berbagai daerah. Pada 18 Maret 2019, TGPF meluncur ke Malang menuju tempat yang diduga memiliki kaitan akan kasus ini. Namun, hasil masih menunjukkan ketidakberpihakan pada kasus ini. Penyelidikan terus dilakukan hingga menjelajah Bekasi pada 27 Maret 2019 dan Ambon pada 10 April 2019.

5. Desakan Laporan Terkini Kasus Novel Baswedan

Berbagai macam petisi lahir untuk mendukung ketuntasan kasus Novel Baswedan. Dilansir dari kompas.com edisi 10 April menyatakan bahwa Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan atau KontraS meminta penindaklanjutan kasus ini harus segera melaporkan progress terkait. Lebih lagi, TGPF juga diminta untuk mengekspos hasil kerja kepada masyarakat agar masyarakat bisa mengetahui sejauh mana perkembangan atas kasus ini.

6. Presiden Didesak untuk Segera Membuka Permasalahan Ini

Wadah pegawai KPK mendesak presiden untuk memberikan kepastian akan kasus ini. Presiden sendiri menyatakan bahwa kasus ini sudah sepenuhnya menjadi tanggung jawab TGPF. Meskipun demikian, WP KPK terus berharap adanya tindak tegas agar masalah ini tidak berlarut-larut.

Nah, itulah beberapa langkah yang sudah ditempuh demi mendapatkan titik terang kasus Novel Baswedan. Semoga kasus ini diselesaikan dengan cepat dan tuntas tanpa memberikan tanda tanya besar lagi.