Ini Alasan Jokowi Tidak Memberlakukan Lockdown

37

Jakarta, 24 Maret 2020 – Presiden Indonesia Joko Widodo menyampaikan bahwa hingga saat ini belum memiliki rencana untuk melakukan penerapan lockdown. Hal ini terjadi karena Presiden Jokowi merasa sudah melakukan analisis terhadap negara-negara yang sudah menerapkan lockdown.

Jokowi menyampaikan bahwa banyak sekali masyarakatnya yang menanyakan kenapa di Indonesia tidak diterapkan lockdown. Dengan tenang presiden Indonesia ini menjawab bahwa karakteristik, kebudayaan, dan keadaan pada setiap negara itu berbeda-beda.

Dengan pernyataan tersebut, berarti tidak semua negara siap untuk menerapkan kebijakan lockdown. Nah, setelah melakukan analisa dan mempertimbangkan apakah negara kita ini siap dengan kebijakan lockdown terus terang Jokowi tidak mengambil jalan tersebut karena memang negara kita belum siap.

Hal-hal yang diperhatikan dan dianalisa dari negara yang menerapkan kebijakan lockdown itu adalah apa saja dampaknya, bagaimana karakter dari kebijakan itu sendiri. Dengan hasil analisisnya itu pemerintah bersama Bapak Jokowi mempertimbangkan hal ini.

Beberapa negara yang tercatat menerapkan lockdown ini antara lain, Singapura, Malaysia, Mongolia, Korea Utara, Iran, China, Denmark, Italia, dan Spanyol. Negara yang menerapkan kebijakan tersebut mungkin memang negaranya itu sudah benar-benar siap.

Jokowi juga menambahkan bahwa dirinya memiliki data dari semua negara yang menerapkan kebijakan ini sehingga bisa dipantau setiap hari. Untuk menggantikan kebijakan lockdown, Jokowi memutuskan untuk menerapkan physical distancing atau yang sebelumnya disebut dengan social distancing.

Penggantian kebijakan tersebut berarti setiap orang harus menjaga jarak secara disiplin agar tidak terjadi penularan atau penyebaran virus. Joko Widodo meyakinkan seluruh masyarakatnya bahwa jika physical distancing dilakukan dengan baik dan disiplin Indonesia akan berhasil memerangi virus corona ini.

Melihat catatan dari perkembangan keadaan Indonesia saat ini, pasien yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona awalnya sebanyak 514. Tapi, saat ini korbannya bertambah menjadi 579. Memang masih terus meningkat untuk korban yang dinyatakan positif.

Tapi untuk pasien yang sembuh sudah bertambah menjadi 30 orang yang sebelumnya masih tercatat 29 orang. Seiring bertambahnya pasien yang sembuh, pasien yang meninggal juga bertambah yang sebelumnya 48 orang menjadi 49 orang.

Bertambahnya pasien yang terinfeksi virus corona juga membuat pemerintah memikirkan jalan keluar terbaik. Pemerintah saat ini mengharapkan arahan kepada masyarakat untuk tetap di rumah dan lain sebagainya bisa dipatuhi.

Melihat situasi ini, pemerintah dan presiden Indonesia berharap untuk semua masyarakat bisa benar-benar menerapkan physical distancing dengan baik agar Indonesia segera terbebas dari COVID-19 tanpa diberlakukannya lockdown. Hal ini dimaksudkan agar ekonomi juga masih bisa berjalan.