Ini Alasan Artis Korea Melakukan Bunuh Diri di Tengah Popularitasnya

45
artis korea bunuh diri

Korea, siapa yang nggak tahu ‘negeri gingseng’ ini. Namun ketenarannya bukan hanya ‘negeri gingseng’ saja, akan tetapi orang-orang lebih mengenal dengan artis K-pop dan dramanya yang cukup membuat hati leleh dan terpaut. Artis dari negeri yang satu ini banyak diidolakan di berbagai negara, salah satunya Indonesia.

Namun dibalik keterkenalan dan kepopulerannya itu, ternyata Korea juga menjadi negara yang kasus bunuh dirinya tertinggi lho diantara negera-negara maju. Wah apa ya penyebabnya?

Ternyata kasus bunuh diri yang ada di Korea ini diakibatkan karena adanya kasus bullying, merasa kesepian, dan depresi karena tekanan karir sehingga membuat mental yang ada dalam diri seseorang menjadi down. Diduga karena tidak kuat dengan tekanan yang diberikan oleh lingkungan sekitar, pelaku memutuskan bunuh diri.

Pelaku yang melakukan bunuh diri pun beragam, beberapa kasus yang melakukan bunuh diri di usia muda sekitar umur 10-30 tahun dan beberapa kasus yang melakukan bunuh diri di usia dewasa pun diatas 60 tahun, dan itu sangat jarang sekali. Mereka yang melakukan bunuh diri bukan orang sembarangan. Mereka biasanya berasal dari orang yang berpendidikan tinggi, mempunyai jabatan yang tinggi seperti K-pop dan beberapa artis lainnya yang sebenarnya kita tahu karir mereka sedang naik di atas daun.

Menurut Hwang San-Min, psikolog di Universitas Yonsei, Seoul, kecenderungan bunuh diri di kalangan orang-orang terkenal yang masih muda umumnya karena tekanan karir dan popularitas di mana seorang public figure harus selalu tampil hebat, cemerlang, dan dipuja-puja banyak penggemarnya. Selain itu sistem dari manajemen artis yang memperlakukan artis yang dinaunginya seperti robot, sehingga terkadang membuat artis tidak nyaman dan lelah karena perlakuan ini. Biasanya beberapa personil K-pop memilih keluar dari agensi yang telah membesarkan namanya.

Selain kedua alasan di atas, ternyata fans juga menjadi tekanan bagi para public figure, karena biasanya mereka akan melakukan apa saja asalkan bisa terus melihat idolanya. Tekanan seperti ini seperti memaksakan public figure untuk selalu tampil ceria di kala lelah, marah, jenuh dan tertekan di depan publik. Bahkan dari mereka pun, harus ada yang menjalin asmara secara sembunyi-sembunyi.

Tidak berhenti disitu saja, ternyata sasaeng (sebutan penggemar di Korea yang terlalu obsesif), mereka beranggapan bahwa artis yang digemarinya hanya boleh dimiliki dirinya seorang. Sehingga mereka berani mengancam untuk membunuh, meneror, mengutili, dan melakukan perbuatan lainnya yang tentunya sangat mengganggu mental mereka, karena tidak memiliki rasa nyaman dalam hidupnya.

Kalau di media elektronik dan media sosial, kita sering kali melihat artis Korea hidup dengan kemewahan dan bergelimang harta, ternyata dibalik itu semua mereka juga mengalami tekanan-tekanan dalam hidupnya, sehingga mereka memilih memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.

Sebenarnya cara hidup seperti itu rumit dan mungkinhanya sebagian orang yang mampu bertahan. Untuk orang sekitar yang suka membully atau terlalu mengintimidasi orang lain sepertinya juga harus intropeksi diri dengan perbuatan yang dilakukan. Karena jika terus dilakukan akan membuat orang lain down dan memilih jalan yang seharusnya tidak dipilih.