Ini 6 Cara Menghentikan dan Mencegah Bullying pada Anak

8

Maraknya kasus bullying yang terjadi di Indonesia saat ini memunculkan kekhawatiran di berbagai kalangan. Betapa tidak? Bullying membuat korbannya mengalami trauma hingga merusak masa depan korban tersebut. Lalu, adakah cara untuk mengantisipasi masalah bullying ini? Bisakah bullying dihentikan agar tidak ada lagi korban-korban berikutnya? Segala cara dan upaya telah dicanangkan agar kasus bullying dapat teratasi seperti berikut ini.

1Memberikan seluruh pengarahan, pengetahuan, dan pendampingan mengenai bullying dari rumah

Bullying terjadi karena kurangnya pengetahuan tentang apa itu bullying dan seperti apa kategori perlakuan yang mengarah pada bullying. Dalam hal ini diharapkan kerjasama antara pihak orangtua dan pihak sekolah dalam memberikan penyuluhan, mendampingi seluruh kegiatan anak, dan bagaimana caranya untuk menghargai dan menghormati orang lain berdasarkan umur.

2Merangkul kerja sama dengan sekolah terhadap pentingnya membahas bullying

Ada baiknya setiap kasus bullying dijadikan sebagai bahan renungan dan pembahasan kenapa hal tersebut bisa terjadi. Dari pembahasan tersebut akan didapatlah langkah-langkah yang sangat berarti dalam memperbaiki tatanan sikap siswa. Lagi, pendidikan berkarakter mesti dikuatkan dalam sistem pembelajaran anak.

3Kenali masalah anak dan pahami seluruh gejala bullying yang dapat terjadi padanya

Untuk mengatasi permasalahan bullying, mempelajari seluruh gejala bullying yang terjadi pada anak adalah salah satu langkah yang baik. Beberapa gejala bullying ini telah diteliti oleh Bristol University dan Warwick University diantaranya adalah sering mengurung diri di kamar, school phobia, cenderung emosional dan kasar, penurunan prestasi, penakut dan sering gelisah, insomnia, dan tiba-tiba menjauh dari segala hal yang pernah disukai.

Gejala-gejala tersebut akan memberi dampak psikologis ketika mereka mulai menginjak usia dewasa. Dampak yang ditimbulkan disebut dengan Psikotik di mana sang anak nantinya mengalami kesulitan dalam menerima kenyataan hidup. Jika seluruh gejala tersebut terlihat pada anak, segeralah untuk mengambil tindakan lebih lanjut agar masalah ini tidak menghantam psikis anak lebih jauh.

4Jadilah partner yang baik bagi anak

Kebanyakan pelaku bullying memiliki latar belakang “kehilangan” sosok orang tua. Ini disebabkan oleh kesibukan orang tua hingga orang tua tidak pernah merasa bahwa mereka memiliki tanggung jawab dalam memberikan kasih sayang. Meskipun orang tua berada dalam kesibukan yang sangat menyita waktu, menyempatkan hadir dalam kegiatan anak atau sebagai pengantar tidur saja merupakan hal yang sangat dibutuhkan anak. Ini dikarenakan anak membutuhkan teman untuk berbagi cerita dan merasakan bahwa dirinya sangat dibutuhkan kehadirannya.

5Persiapkan anak untuk menghadapi bullying

Agar anak tidak mengalami masalah psikis yang dapat merusak masa depannya, persiapkan anak untuk selalu sedia menghadapi perlakuan buruk orang-orang di sekitar. Bukan berarti orang tua memiliki prasangka buruk terhadap orang lain, namun ini hanya bersifat siaga. Beberapa langkah yang harus dilakukan untuk menghadapi bullying adalah mengendalikan diri, memberikan pengertian secara mendalam kepada anak, dan meminta anak untuk memilih lingkungan pertemanan yang baik.

6Aktif untuk menyuarakan anti bullying dengan menanamkan sikap simpati dan empati terhadap sesama

Bullying juga terjadi dikarenakan kurangnya bersimpati dan berempati terhadap orang lain. Ini akan mengakibatkan kehilangan “perasaan” karena terlalu mengikuti logika atas seluruh keadaan yang terjadi. Pentingnya bersimpati dan berempati perlu ditanamkan sejak dini untuk mengasah kemampuan “hearts on” anak.

Nah, itulah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghentikan bullying. Sebenarnya bullying tidak akan terjadi jika orangtua dan pihak terkait lainnya mempunyai sikap saling memiliki. Ya, bullying hanya terjadi jika anak merasa tidak dimiliki oleh orang terdekatnya kemudian mencari sensasi yang dirasa dapat menjadikannya sebagai pusat perhatian. Dear orang tua, mari tumbuhkan pengaruh positif terhadap anak untuk pegentasan masalah bullying ini.