Inggris Tanggung Upah Pekerja yang Terimbas Corona

20

London, 21 Maret 2020 – Untuk melakukan karantina secara mandiri, pemerintah Inggris melakukan penutupan beberapa tempat usaha. Berbagai tempat usaha yang dimaksud oleh Pemerintah Inggris diantaranya adalah tempat hiburan, bioskop, bar, kelab malam, hingga rumah makan.

Namun, pemerintah Inggris tidak serta merta menutup usaha warganya. Dengan adanya keputusan ini, pemerintah Inggris siap memberikan bayaran sebesar 80 persen dari upah warganya yang tidak dapat bekerja karena terimbas oleh virus corona. Hal ini tentunya akan membuat beban warga Inggris menjadi lebih ringan dengan adanya bantuan Pemerintah.

Sunak menyatakan dengan tegas bahwa pertama kali dalam sejarah pemerintah Inggris turun tangan dan membantu memberikan upah kepada warganya yang tidak bisa bekerja.

Penutupan beberapa tempat yang sudah ditentukan adalah salah satu bentuk dari upaya pencegahan dari penyebaran virus corona. Karena, beberapa tempat tersebut adalah tempat dimana banyak orang berkumpul dan berinteraksi secara langsung. Virus corona bisa menyebar cepat jika tempat-tempat keramaian tetap dibiarkan buka sehingga jumlah korban meninggal semakin meningkat.

Sesuai data yang sudah tercatat, korban yang sudah terinfeksi virus corona di Inggris hampir mencapai 4000 warga dimana 177 diantaranya meninggal dunia dan 65 orang dinyatakan sembuh dari COVID-19.

Pemerintah berharap dana bantuan untuk memberikan upah warganya segera cair dalam beberapa pekan ke depan. Upaya yang akan diberikan kepada warganya sekitar 2500 poundsterling atau jika dirupiahkan sekitar Rp 46,25 juta setiap bulannya.

Rencananya pemerintah akan memberikan upah kepada warganya pada tiga bulan ke depan yang akan dimulai pada bulan Maret 2020 ini. Namun, jika kondisinya masih belum kondusif tidak menutup kemungkinan pemberian upah akan diperpanjang agar warganya tidak sampai kekurangan.

Tidak sampai disini saja, pemerintah Inggris juga siap menanggung pembayaran pajak penjualan sebesar 30 miliar poundsterling dan meningkatkan bantuan kesejahteraan dengan memperpanjang skema pembayaran kredit usaha. Salah satu bentuk dari bantuan kesejahteraan adalah meringankan biaya sewa rumah hingga 1 miliar poundsterling.

Salah satu sektor yang terkena imbas dari virus corona ini adalah bidang pariwisata dan akomodasi yang memangkas beberapa jumlah pekerjanya.

Sementara di Indonesia, pemerintah menerbitkan dua paket kebijakan fiskal demi mengamankan ekonomi domestik. Alokasi pemerintah pada paket pertama sebesar Rp 10,3 triliun yang akan diberikan pada sektor pariwisata, penerbangan, dan bantuan sosial lainnya.

Sedangkan alokasi pemerintah pada paket kedua disiapkan oleh pemerintah sebesar Rp 22,9 triliun yang sudah termasuk pembebasan pembayaran pajak penghasilan. Dan saat ini pemerintah sedang mempersiapkan untuk menerbitkan paket ketiga.