Indonesia Masih di Belakang Dalam Bidang Inovasi Teknologi

13
hakteknas

Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki luas wilayah dan jumlah penduduk yang besar. Sumber daya manusia yang dimiliki oleh Indonesia terbilang cukup potensial dengan banyaknya universitas yang ada di dalam negeri. Namun sayang, inovasi teknologi Indonesia justru termasuk dalam urutan yang terbelakang.

Ya, Indonesia memang memiliki banyak universitas, namun masih kalah di bidang teknologi. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam pertemuannya dengan wartawan di acara peringatan Hari Teknologi Nasional (Hakteknas) 2019 di Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala Renon, Denpasar, Bali.

Jusuf Kalla mengatakan, “Negara sebesar ini, yang mempunyai universitas 4.500, inovasinya (teknologi) baru nomor 85.” Menurutnya, Indonesia masih sangat tertinggal dibandingkan dengan negara Asia lainnya. Bahkan dengan Singapura saja, Indonesia sudah tertinggal sangat jauh dimana Singapura telah menempati urutan kelima di dunia dalam hal inovasi teknologi.

“China memiliki kemajuan teknologi yang sangat cepat. Pertama meniru, kedua memperbaiki, ketiga inovasi. Itu langkah-langkah yang dibuat oleh China. Dan juga Jepang pada waktu itu. Meniru, meningkatkan inovasi,” jelas Jusuf Kalla. Kemajuan teknologi di China memang tidak bisa dipungkiri dan seharusnya Indonesia mampu untuk melakukan hal yang sama.

Tidak perlu malu untuk mencontoh kemajuan dari negara lain selama itu untuk kebaikan negara. Dengan begitu, Indonesia akan mampu menempatkan diri dengan bangga sebagai negara yang memiliki teknologi canggih. Apalagi saat ini China menjadi pesaing berat dari Amerika dan Jepang.

Indonesia memiliki SDM yang berkualitas, namun diperlukan kemauan dan kerja keras untuk bisa mewujudkan kemajuan dalam hal teknologi seperti China dan Singapura. Teknologi adalah sesuatu yang selalu berkembang sehingga Indonesia tidak bisa untuk tidak peduli pada inovasi teknologi karena akan membuat Indonesia semakin jauh di belakang negara lain.

Meskipun banyak anak bangsa yang telah membuat inovasi teknologi, namun nyatanya banyak yang tidak dikomersialkan sehingga tidak mendapatkan perhatian dari negara bahkan dunia. “Kalau inovasi tidak bisa dikomersialkan, itu hanya untuk memenuhi lemari-lemari buku tempat kita menulis. Kita masih sering mengimpor beras, artinya inovasi di bidang pangan kurang,” imbuhnya.

Jusuf Kalla berharap seluruh masyarakat Indonesia terutama generasi muda mampu mendongkrak dan mengejar ketertinggalan dalam bidang inovasi teknologi. Terwujudnya Indonesia yang melek teknologi tentu akan membuat Indonesia semakin maju dan berkembang.