Indonesia Kembali Memiliki 7 Varietas Padi Unggul Terbaru

12

Beras atau padi adalah makanan pokok masyarakat Indonesia. Saking besarnya kebutuhan beras dalam negeri, Indonesia masih harus melakukan impor beras dari negara tetangga seperti Thailand. Hal ini biasanya dikarenakan lamanya masa panen sehingga ketersediaan beras pun menipis sebelum mendapatkan stok baru.

Untuk mengatasi hal ini, pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai inovasi di bidang pertanian demi mendongkrak percepatan masa panen padi. Varietas Bibit Unggul adalah salah satu hasil inovasi yang berhasil dilakukan oleh Kementerian Pertanian.

Varietas padi unggul yang ditemukan pada tahun ini sebanyak 7 jenis dan telah dikenalkan pada awal tahun 2019. Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Priatna Sasmita, mengatakan “Kami bersama Tim Penilai Pelepasan Varietas Tanaman Pangan memutuskan sebanyak tujuh galur harapan atau calon varietas dinyatakan lulus atau memenuhi syarat untuk segera diluncurkan.”

1.Padi beras merah

Jenis pertama adalah padi beras merah. Padi beras merah unggulan ini mampu menghasilkan 11,91 ton per hektare. Yang kedua adalah padi beras merah aromatik yang juga mampu menghasilkan hingga 11,33 ton per hektar. Teksturnya yang sedang membuat hasil yang didapat jadi lebih banyak.

2. Padi basmati

Ada juga padi basmati yang mampu dipanen hingga 9,18 ton per hektare. Padi basmati dengan nama Baroma ini diklaim lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Kadar amililosa padi basmati ini juga mencapai 25,55%.

3. Padi ketan putih dan padi ketan hitam

Selain itu, ada juga padi ketan putih yang mampu menghasilkan sebanyak 9,46 ton per hektare dan padi ketan hitam yang juga tak kalah hebatnya karena mampu dipanen hingga 9,87 ton per hektare.

4. Inpari GSR Rainfed dan Kaligung

Selain kelima jenis varietas padi unggul di atas, ada juga dua jenis bibit sawah tadah hujan, yakni Inpari GSR Rainfed dan Kaligung. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian, Dr Fadjry Djufry, mengatakan, “Khusus varietas Inpari Nutri Zinc merupakan varietas yang kaya kandungan Zn untuk mengatasi kekerdilan (stunting).”  

Menurutnya, selama ini varietas padi yang ada di Indonesia kebanyakan memiliki kandungan Zinc yang sedikit sehingga menyebabkan banyak masyarakat Indonesia kekurangan gizi atau mengalami stunting. Namun dengan ditemukannya Inpari GSR ini, maka tentu menjadi penemuan yang sangat membantu dalam meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia.

Ketujuh jenis varietas padi unggulan ini pun diharapkan mampu menjadi padi yang memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia sehingga tidak perlu lagi melakukan impor dan justru mampu untuk mengekpor beras ke luar negeri.