Hukum Menikah Dengan Sepupu Dalam Islam

42

Beberapa hari setelah Idul Fitri lalu, keyword ‘menikah dengan sepupu’ menjadi trending topic di dunia maya. Banyak orang yang melakukan pencarian mengenai hukum mengenai menikah dengan sepupu maupun berbagai macam dampaknya. Lalu bagaimana sebenarnya Islam memandang fenomena ini?

Dalam Islam, hukum menikah dengan sepupu boleh saja. Tidak ada dalil yang melarang untuk melakukan pernikahan dengan sepupu.

Allah SWT berfirman,

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالَاتُكُمْ وَبَنَاتُ الْأَخِ وَبَنَاتُ الْأُخْتِ وَأُمَّهَاتُكُمُ اللَّاتِي أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ مِنَ الرَّضَاعَةِ وَأُمَّهَاتُ نِسَائِكُمْ وَرَبَائِبُكُمُ اللَّاتِي فِي حُجُورِكُمْ مِنْ نِسَائِكُمُ اللَّاتِي دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَإِنْ لَمْ تَكُونُوا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَحَلَائِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِينَ مِنْ أَصْلَابِكُمْ وَأَنْ تَجْمَعُوا بَيْنَ الْأُخْتَيْنِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا

Artinya: “Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki;

anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu istrimu (mertua); anak-anak istrimu yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan),

maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. AN-Nisa:23).

Dalil tersebut jelas menunjukkan siapa saja yang menjadi mahram kita dan sepupu bukanlah termasuk mahram. Hal ini menyebabkan pernikahan dengan sepupu diperbolehkan dalam Islam. Bahkan pada masa Rasulullah, menikah dengan sepupu menjadi hal yang biasa dilakukan.

Namun jika dilihat dari perspektif medis, pernikahan dengan sepupu memiliki resiko yang cukup besar. Hal ini berkaitan dengan persamaan DNA manusia yang terjalin dalam hubungan darah. Tingkat persamaan DNA pada garis sepupu pertama adalah 12.5%, 3.13% pada garis sepupu kedua, dan akan semakin kecil serta menghilang pada garis sepupu ketujuh.

Semakin besar persamaan DNA yang terdapat pada pasangan yang menikah, maka akan semakin besar pula resiko memiliki keturunan yang bermasalah dalam kesehatan. Adapun beberapa resiko yang terjadi adalah down syndrome, thalasemia, kelemahan otot tubuh, mata tidak normal, atau kelainan genetik lainnya.

Maka dari itu, ada baiknya untuk melihat garis sepupu terlebih dahulu sebelum menikah dengan sepupu untuk menghindari masalah di masa depan.