Hukum Kurban Satu Kambing Untuk Satu Keluarga

65
Jualansapi.com

Idul Adha merupakan salah satu hari Raya dalam agama Islam. Sejatinya Idul Adha merupakan pengingat kita sebagai umat Muslim terhadap perjuangan dan pengorbanan nabi Ibrahim pada Allah SWT.

“Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata: “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Dia (Ismail) menjawab: “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu, insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.” Maka ketika keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (untuk melaksanakan perintah Allah). Lalu Kami panggil dia: “Wahai Ibrahim! Sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu.” Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (Q.S. ash-Shaffat: 102 – 107).

Melaksanakan kurban menjadi salah satu kewajiban bagi mereka yang mampu dalam rangka mengingatkan bahwa setiap rejeki berasal dari Allah. Kurban juga menjadi ajang silaturahmi dan membuat pelakunya mempunyai rasa empati dan solidaritas terhadap sesama.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda, “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berkurban maka janganlah ia mendekati tempat sholat Id kami.” (H.R. Ahmad dan Ibnu Majah).

Bagi mereka yang memiliki kecukupan hendaklah berkurban karena kurban memiliki banyak keutamaan. Namun bagaimana hukumnya jika seseorang hanya bisa berkurban untuk satu kambing tapi diperuntukkan bagi satu keluarganya?

Dalam Islam, hal ini tentu sangat dibolehkan. Rasulullah saw juga melakukannya.

Dari ‘Atho’ bin Yasar, ia berkata,

سَأَلْتُ أَبَا أَيُّوبَ الأَنْصَارِيَّ كَيْفَ كَانَتْ الضَّحَايَا عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ؟ فَقَالَ : كَانَ الرَّجُلُ يُضَحِّي بِالشَّاةِ عَنْهُ وَعَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ ، فَيَأْكُلُونَ وَيُطْعِمُونَ

Aku pernah bertanya pada Ayyub Al Anshori, bagaimana qurban di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?” Beliau menjawab, “Seseorang biasa berqurban dengan seekor kambing (diniatkan) untuk dirinya dan satu keluarganya. Lalu mereka memakan qurban tersebut dan memberikan makan untuk yang lainnya.” (HR. Tirmidzi no. 1505, shahih)

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin dalam Syarhul Mumthi’ berkata, “Kolektif dalam pahala qurban tidaklah terbatas. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berqurban untuk seluruh umatnya. Ada juga seseorang (di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) yang berqurban dengan satu kambing untuk dirinya beserta keluarganya walau jumlahnya 100.”

Dari dalil di atas jelas bahwa melakukan kurban satu kambing untuk satu keluarga diperbolehkan dalam Islam. Bahkan Rasulullah sendiri berkurban untuk seluruh umatnya. Justru fenomena dimana satu kurban untuk satu orang saat ini dapat menimbulkan sedikit riya’, jika memang mempunyai kelebihan alangkah baiknya untuk menambah saja jumlah hewan kurbannya dibandingkan harus menyebutkan nama tiap keluarga setiap tahunnya.

Demikianlah artikel yang singkat ini. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.