Huawei vs AS Memanas, Siapa yang Paling Diuntungkan?

13

Hari ini, Selasa, 28 Mei 2019 lanjutan dari ‘perang’ antara Huawei dan AS kian memanas hingga menyebabkan boikot dan sebagainya. Hal ini yang menyebabkan Huawei kehilangan kesempatan menggunakan sistem operasi yang dikembangkan AS yang biasa disebut dengan Android. Namun, dampak dari dihapusnya Android dari perangkat Huawei diprediksikan akan menggiring pengguna gadget untuk menggunakan merk yang lain.

Hal ini disampaikan oleh Lembaga pemeringkat yang menjelaskan analisisnya bahwa pihak yang paling diuntungkan ditengah kondisi perang ini adalah Samsung. Samsung yang juga produsen gadget yang menggunakan basis sistem operasi Android mendapatkan peluang yang sangat besar dari perang Huawei dan AS.

Fitch menambahkan jika Huawei diprediksi mengalami penurunan angka penjualan. Hal ini dikarenakan konsumen atau pengguna gadget di seluruh dunia sudah terbiasa dengan hadirnya sistem operasi Android dan mereka akan berfikir kembali untuk membeli merek ponsel asal China tersebut.

Sebelumnya diketahui Presiden AS, Donald Trump yang menerapkan kebijakan pembatasan untuk seluruh perusahaan perangkat lunak, perangkat keras untuk mensuplai perangkatnya untuk perusahaan Huawei. Dikutip dari Bussiness Times kebijakan yang dikeluarkan Trump tersebut menyebabkan perusahaan Intel, Qualcom dan Google mulai menghentikan perjanjian kerja mereka dengan pihak Huawei.

Fitch juga menambahkan Samsung bisa memanfaatkan situasi ini untuk memulihkan pangsa pasar di wilayah Asia, China, Amerika Selatan dan Eropa. Situasi yang panas ini bisa membuat Samsung untuk meningkatkan kejayaannya di pangsa pasar sebelum sanksi yang diterapkan ini diberlakukan.

Menurut Fitch Huawei mengalami penurunan volume pengiriman global Smartphone Huawei yang turun sebesar 6,6 persen dari satu tahun yang lalu hingga 31 juta unit ponsel. Di pangsa pasar pengiriman Huawri meningkat 19 persen pada kuartal pertama tahun 2019, naik 12 persen pada kuartal pertama di tahun 2018.

Jumlah ini untuk menutup kesenjangan 23 persen pangsa Samsung.Disisi lain, handset Samsung mengalami penurunan di kuartal pertama dengan pendapatan yang juga ikut menurun 6 persen serta laba operasi juga turun sebesar 40 persen jika dibandingkan dengan tahun 2018.