Himbauan Untuk Warga Tidak Membungkus Daging Menggunakan Kantong Kresek Hitam

21

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian dan pemerintah kota Palangkaraya menghimbau masyarakat untuk tidak menggunakan kantong plastik hitam atau kresek untuk membungkus atau membawa daging kurban idul adha 1440 Hijriah.

Sumardi, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) DKPP Kota Palangkaraya, mengatakan kantong kresek hitam tidak diketahui dengan jelas asal usulnya, entah itu dari limbah daur ulang apa sehingga hal ini penting untuk menjaga kebersihan kantong tersebut dan menjaga kesehatan daging yang bisa juga dipengaruhi oleh kantong pembungkus.

Logam berat, timbal, merupakan salah satu kandungan zat yang terdapat pada kantong plastik tersebut. Timbal sangat berbahaya bagi kesehatan. Salah satu sifat timbal adalah bisa berpindah ke makanan apalagi jika makanan itu panas. Hal ini tentunya sangat mempengaruhi kesehatan dan kebersihan daging sebelum dikonsumsi.

Sumardi menambahkan kantong plastik atau kresek hitam itu punya karakter yang berbeda – beda, dan bahkan bisa berbahaya bagi kesehatan karena kandungan plastik hitam atau kresek tersebut bisa berpindah ke makanan yang dibungkus atau di bawa di dalamnya yang tentunya bersentuhan langsung dengan kresek hitam tersebut.

Hal tersebut akan lebih berbahaya lagi jika daging ditempatkan di kresek hitam dengan waktu yang lama yang bisa menyebabkan zat – zat pada kresek hitam berpindah ke dalam daging di dalam kresek hitam tersebut.

Jika makanan atau daging di dalam tas kresek hitam tersebut sudah terkontaminasi timbal dan dikonsumsi dengan kuantitas yang lama bahkan dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan berbagai gangguan kesehatan yang buruk bagi tubuh, efek jangka panjangnya adalah bisa menyebabkan kanker. Dianjurkan agar masyarakat menggunakan kantong plastik yang transparan atau dibungkus dengan daun pisang atau bahan alami lainnya.

Daging yang terpaksa dibungkus kresek hitam lebih baiknya agar kresek tersebut sebagai bungkus luarnya saja. Sebelum itu, lapisi daging dengan plastik transparan atau daun alami lain, kemudian dibungkus kresek hitam, sehingga daging tidak bersentuhan langsung dengan kresek hitam.

Sumardi juga menghimbau agar panitia kurban memisahkan bagian-bagian daging antara daging dengan jeroan agar tidak cepat membusuk. Masing – masing lebih baik ditempatkan dalam plastik transparan secara terpisah. DKPP kota Palangkaraya sudah menyiapkan tim kesehatan dan kelayakan hewan kurban untuk memeriksa kondisi hewan korban tersebut. Tim tersebut terdiri dari 12 orang dan sudah melakukan pemeriksaan terkait hal tersebut.

Sumardi pun menambahkan jika tim tersebut dibagi menjadi dua kelompok. Bagian pertama bertugas untuk mengecek kesehatan hewan kurban di dalam kota dan tim kedua bertugas memeriksa di luar kota. Telah tercatat sekitar 900 sapi dan 200 kambing mulai dijual oleh para penjual hewan kurban. Jumlah itu diperkirakan akan terus bertambah mendekati hari idul adha 2019.