Hari Ke 6 KKN Nusantara Mengadakan Musyawarah FGD, Ini Hasilnya.

134


Pada hari ke 6 KKN Nusantara yang tergabung dari lintas kampus, IAIN Madura, UIN sunan Ampel, UIN Malang, IAIN kediri, IAIN Tulungagung, IAIN Ponorogo, IAIN Jember, UIN Mataram dan IAIN Samarinda, bertempat di desa Tanah Datar kecamatan Muara Badak kabupaten Kutai Kartanegara mengadakan Musyawarah Forum Group Discation (FDG) di langgar Annur yang dihadiri oleh para RT, kepala dusun, kepala desa Tanah Datar dan pengurus Ikatan Pengurus Langgar (IRLA) serta masyarakat sekitar, Senin 15/07/19.

Mas Awi mengatakan tujuan kegiatan ini “Mengajak masyarakat bermusyawarah/ berdiskusi untuk menemukan aset atau potensi yang ada di masyarakat tersebut khususnya potensi di masing-masing RT,” terangnya.

Musyawarah di pimpin oleh Fifi panggilan akrabnya delegasi dari IAIN Samarinda sebagai pemateri dan dimoderatori oleh Mas Awi delegasi dari IAIN Madura.

Dalam kesempatan ini moderator memberikan kesempatan kepada para RT yang hadir untuk menyampaikan aset dan potensi masyarakatnya.

Mas Awi menyebutnya bahwa, di RT 09 masyarakatnya mempunyai aset berupa langgar, posyandu, pertokoan dan bengkel ungkapnya bapak Romli sebagai kadus.

Di RT 10 Masyarakatnya mempunyai asset TPA, pasar Malam, diungkapkan oleh bapak Muslimin. Di RT 11, 12, 13, 8, 9 dan 13 sebenarnya asset yang di miliki oleh masyarakat di semua RT itu sama, yaitu ada perkebunan, pertanian dan pertambangan serta ada penjahit mani-mani, pengusaha Air, ungkap kepala Kadus selatan Yang bernama Moh. Irsyad. Beliau juga menambahkan bahwa di RT 6 ada pengusaha Madu Lanceng.

Di sela-sela berlangsungnya acara Forum Group Discation (FGD). Sultan, mewakili masyarakat menyampaikan bahwa yang perlu dikembangkan adalah keagamaan karena tingkat keagamaan di masyarakat sekitar khususnya di Tanah Datar bagian selatan rendah, mengapa? Karena masyarakat kurangnya kesadaran akan ilmu agama, jadi perlu kiranya keagamaan dikembangkan khususnya pada anak-anak muda, dan anak-anak sebagai generasi agama di masa yang akan mendatang.

Senada dengan Pak RT 10 juga menyampaikan bahwa, “disini terkadang tidak sama-sama jalan dalam mencari ilmu agama, salah satu contohnya muridnya ada, kadang gurunya tidak ada, begitu juga sebaliknya. Jadi saya berharap kepada mahasiswa KKN bagamana kalian membuat strategi untuk mengatasi masalah tersebut,” ungkapnya.

Hasil dari Forum Group Discation ini masyarakat sepakat bahwa aset yang ingin dikembangkan adalah aset keagamaan. Sehingga forum akan menggelar kajian keagamaan pada malam Selasa dan membaca Yasin pada malam Jum’at.

Ghafur ketua posko KKN Nusantara desa Tanah Datar mengatakan, “kami KKN Nusantara siap mengembangkan potensi hasil dari FDG,” Janjinya.

Ia menambahkan, “kami mohon bantuan kepada masyarakat sekitar untuk membantu kami dengan memberikan izin seluas-luasnya kepada anak-anaknya untuk mengikuti bimble di rumah adat, ngaji di TPA dan sholat berjemaah sebagai nantinya menjadi penerus kami,” harapannya.

Sementara itu, kepala desa Tanah Datar H. Anwar mendukung dan mengapresiasi terhadap kegiatan Forum Group Discation (FGD) dan berharap membawa hasil yang bermanfaat, “Semoga acaranya lancar dan bisa merealisasikan sehingga tidak hanya wacana saja. Saya sangat berterima kasih pada adik-adik yang sudah mau membantu untuk memberdayakan desa Tanah Datar,” tandasnya.