Harga Rokok Naik Menjadi 30 Ribu Per Bungkus

41

Rabu, 1 Januari 2020 pemerintah telah memutuskan untuk menaikkan tarif cukai rokok. Keputusan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan ini telah ditetapkan dengan menetapkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok sebesar 23 persen.

Hal tersebut tentunya berimbas pada kenaikan harga jual eceran di pasaran yang nantinya akan naik sebesar 35 persen. Jika dihitung dengan cukai rokok yang baru maka mulai 1 Januari 2020 harga sebungkus rokok dapat dijual dengan kisaran harga sebesar Rp. 30.000 atau bahkan lebih. Kenaikan cukai ini merupakan hasil rapat yang dipimpin presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta bulan September 2019 lalu.

Alasan harga rokok naik adalah CHT menjadi penyumbang terbesar dari penerimaan bea dan cukai. Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan (MenKeu) mengatakan, ada tiga pertimbangan untuk menaikkan cukai rokok yaitu, mengurangi konsumsi, mengatur industri, dan meningkatkan penerimaan negara.

Kalau dilihat dari segi konsumsi, memang ada tren tersendiri dan perlu menjadi perhatian kita. Karena jumlah penghisapnya kini semakin banyak dan meningkat. Para penghisap rokok juga bukan hanya laki-laki, tetapi para wanita, anak-anak bahkan remaja.

Sri Mulyani juga menjelaskan, penerimaan negara setelah kenaikkan cukai rokok ini diperkirakan sebesar Rp 173 trilliun. Naiknya harga rokok pun sudah sesuai dengan aturan pemerintah menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) yang berlaku tanggal 01 Januari 2020.

Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 152/PMK/010/2019 tentang perubahan kedua atas PMK Nomor 136/PMK.010/2017 tentang tarif cukai hasil tembakau. Berikut ini harga jual rokok eceran yang naik 35 persen per 1 Januari 2020:

  1. Sigaret Putih Mesin (SPM) golongan I
    Batasan harga jual eceran per batang Rp 1.790
  2. Sigaret Putih Mesin (SPM) golongan II
    Batasan harga jual eceran per batang Rp 1015 sampai Rp 1.485
  3. Sigaret Kretek Tangan (SKT) atau Sigaret Putih Tangan (SPT) golongan I
    Batasan harga jual eceran per batang Rp 1.015 sampai Rp 1.460
  4. Sigaret Kretek Tangan (SKT) atau Sigaret Putih Tangan (SPT) golongan II
    Batasan harga jual eceran per batang Rp 535
  5. Sigaret Kretek Tangan (SKT) atau Sigaret Putih Tangan (SPT) golongan III
    Batasan harga jual eceran per batang Rp 450
  6. Sigaret Kretek Tangan Filter (SKTF) atau Sigaret Putih Tangan Fiter (SPTF) tanpa golongan
    Batasan harga jual eceran per batang Rp 1.700

Dan untuk jenis produk tembakau seperti tembakau iris, rokok daun, sigaret kelembek kemenyan dan cerutu tidak mengalami kenaikan cukai.

Wah lumayan juga kenaikan cukainya. Nah buat kalian penghisap tembakau, apakah kalian akan terus membeli rokok atau justru akan berhenti? Karena kalau dilihat-lihat kenaikannya sangat lumayan lho.