Harapan Hamilton Terhadap Pertandingan di GP Singapura

12

Lewis Hamilton, harus puas pada peringkat urutan ketiga dalam gelar Formula One (F1) Grand Prix (GP) Italia 2019 ini. Hasil pertandingan pada liga Gelaran Formula One (F1) Grand Prix (GP) Italia 2019 ini memberikan rasa kurang puas oleh Lewis Hamilton, pembalap asal Tim Mercedes AMG Petronas.

Hasil ini dirasa kurang memuaskan oleh Hamilton karena merasa dirinya masih bisa cukup unggul dapat memenangkan kejuaraan. Terjadinya hal tersebut membuat dirinya merasa kurang diuntungkan untuk seri balapan selanjutnya. Hamilton sendiri merasakan cukup kecewa atas kegagalan yang diperolehnya dalam upaya untuk memenangkan gelar juara dalam liga ini.

Dari sesi balapan lalu dengan menggelar urutan ketiga membuat ia meyakini bahwa akan terus berlanjut hingga pada ajang balapan di Singapura pada tanggal 22 September 2019 ini. Kemenangan Ferrari dan Charles Leclerc dirasa sangat unggul sehingga membuat Hamilton merasa kesulitan dalam pertandingan. Adanya persaingan ketat antara ketiganya membuat Hamilton mengalami kekalahan dalam peringkat atas satu dan dua.

Namun, adanya hal tersebut tidak membuat Hamilton merasa putus asa sehingga ia akan selalu aktif dalam latihan dan selalu memberikan suguhan pertandingan yang dirasa dapat memuaskannya. Penampilan dalam ajang selanjutnya memang terbilang tidak akan sudah dengan lawan- lawan unggul.

Adanya situasi latihan ini diharapkan bisa dapat mengunggulkan peringkatnya pada pertandingan nanti. Sehingga memberikan kemajuan dalam pertandingan yang telah usai. Hamilton juga menuturkan bahwa ia akan pergi ke sebuah pabrik pada pekan depan untuk dapat memperoleh peningkatan pada spesifikasi dan mesin di mobil balapnya.

Serta tak kalah penting ia juga akan mencari cara meningkatkan performa mobil dalam peningkatan selama akhir pekan balapan ini. Dilakukan hal itu untuk menunjang di sesi ajang balapan selanjutnya tepatnya di Singapura. Hamilton juga menuturkan menghargai ajang balapan bersama Ferrari dan Red Bull.

Sikap Hamilton bertanding dengan sportif bisa diambil sebagai contoh pertandingan menghargai lawan akan kemenangan. Cara Hamilton dalam menangani rasa kekesalan pada peringkat tiga dengan selalu berusaha semaksimal mungkin memberikan pengaruh positif untuk dirinya di acara berikutnya.

Belajar dari kesalahan, ia juga memanfaatkan untuk selalu mencari cara menutupi dan mengatasi masalah agar dapat memenangkan gelar juara dengan rasa puas dan bahagia.

Pengakuan Hamilton terhadap kekalahan dalam liga ini memberikan semangat juang Hamilton dapat menguasai dan memberikan cara terbaik agar tidak kalah lagi. Pada hari Selasa 10 September ia juga menyatakan bahwa dirinya menghargai pertempuran melawan Red Bull serta Ferrari.