Hadiri Sidang Eksepsi, Kesehatan Kivlan Zen Cukup Membaik

19

Selasa, 14 Januari 2020, Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat menggelar sidang lanjutan terhadap Kivlan Zen. Mantan Kepala Staf Kostrad (Komando Strategis Angkatan Darat) ini didakwa atas kasus kepemilikan senpi (senjata api) ilegal. Sidang sebelumnya sempat ditunda akibat kondisi kesehatan Kivlan yang menurun, dan bisa dilanjutkan sekarang karena keadaannya sudah membaik.

Kasus kepemilikan senpi Kivlan Zen merupakan pengembangan kasus dari Habil Marati. Habil Marati diketahui sebagai tersangka utama pada kasus perencanaan pembunuhan. Ia terbukti merencanakan pembunuhan 4 tokoh nasional penting di Indonesia. Keterkaitan Kivlan mendapat sorotan sebab ia menerima aliran dana sangat besar dari Habil Marati.

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mendakwa Kivlan atas kepemilikan 4 senjata api beserta 117 peluru. Agenda sidang pada Selasa, 14 Januari 2020 adalah pembacaan nota keberatan (eksepsi) dari Kivlan Zen. Eksepsi sebelumnya telah diagendakan pada 7 Januari 2020 yang lalu.

Sayangnya, kondisi Kivlan Zen tak memungkinkan untuk pembacaan nota keberatan. Sidang saat itu hanya berlangsung selama 20 menit. Hal ini disebabkan oleh kondisi kesehatan Kivlan yang sempat menurun dan batuk selama sidang berlangsung. Kivlan pun mengeluhkan syaraf kejepit yang dideritanya telah mencapai bagian kepala.

Hakim memutuskan untuk menunda eksepsi pada 7 Januari 2020 silam. Eksepsi diagendakan kembali pada hari ini, 14 Januari 2020. Berdasarkan jadwal, sidang seharusnya dilaksanakan pada pukul 09.00 WIB. Kivlan sendiri terlihat baru hadir saat pukul 10.05 WIB. Ia terlihat tak lagi duduk di atas kursi roda, namun berjalan dengan bantuan tongkat.

Saat ditanyakan kondisi kesehatannya, Kivlan menjawab sudah cukup membaik. Ia menyatakan siap membacakan nota keberatan yang mungkin meringankan dakwaan dan masa hukumannya. Tonin Tachta selaku pengacara Kivlan Zen membenarkan kemajuan kondisi kesehatan kliennya. Kivlan Zein bisa saja mendapatkan masa hukuman yang lebih ringan .

Saat ini, Kivlan Zen telah berstatus sebagai tahanan rumah. Status ini berlaku sejak 12 Desember 2019 silam, mengingat kondisi Kivlan yang kurang baik. Penetapan status Kivlan memang didasarkan atas banyak pertimbangan. Salah satunya kondisi kesehatan Kivlan yang cukup memprihatinkan dengan penyakit syaraf kejepit yang dideritanya.

Meskipun berstatus tahanan rumah, Hakim tetap menggelar sidang kasus kepemilikan senjata apinya secara terbuka. Menurut penuturan sang pengacara, Kivlan memang diketahui menderita beberapa penyakit saat ini. Kondisi ini pula yang mempengaruhi tertundanya persidangan pembacaan nota keberatan sebelumnya. Ia berharap sang klien cepat mendapatkan putusan yang melegakan bagi semua pihak, terutama Kivlan Zen sendiri.