Hadiah Istiqomah Memang Indah, Jika Mudah Tak Akan Indah!

12

Keep istiqomah! Yah itulah kata yang sering didengar dan dilontarkan bagi orang-orang yang yang saat ini berproses menuju kebaikan, karena pada dasarnya setiap insan butuh motivasi untuk terus berbuat kebaikan. Jika tidak ada motivasi bisa saja segala kebaikan yang dia lakukan bisa hilang seketika.

Dengan adanya motivasi orang bisa tetap semangat, bisa saja menyerah atau tidak bergerak untuk berjuang apalagi tanpa motivasi tentulah terasa sempit susah bergerak tidak ada yang mendukung serta banyaknya pengaruh negatif karena pengaruh positif yang sangat kurang kita masukkan kedalam pikiran.

Terutama istiqomah dalam hal kebaikan mungkin begitu sulit dilakukan, karena tanpa henti godaan setan selalu ada. Misalnya saja ketika seorang laki-laki ingin sholat berjamaah ke masjid maka ada saja bisikan-bisikan halus dari setan” sudahlah dirumah saja, ngapain jauh-jauh kemasjid toh dirumah juga bisa”.

Padahal jika kita tahu esensinya sholat berjamaah di masjid bagi laki-laki pahalanya lebih besar daripada sholat sendiri. Begitu juga di waktu adzan tiba, kerap pikiran teracuni “sudahlah baru saja adzan, waktu masih panjang”. Yah begitulah, dan saya pun juga mengalami dan butuh perjuangan untuk melawan nafsu dan godaan setan tersebut.

Terlebih jika kita sudah menuntut ilmu syar’i mengetahui mana sunnah, mana yang tidak boleh, mana yang termasuk dalam aurat. Akan banyak godaan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan. Terlebih jika kita sudah tahu kalau ternyata kaki wanita adalah aurat, yang boleh terlihat oleh wanita hanyalah wajah dan kedua telapak tangan.

Maka, untuk istiqomah butuh kebiasaan, butuh kesabaran dan itu adalah proses agar kita tetap istiqomah. Memang benar, istiqomah itu sulit bagi yang pernah merasakan dan bagi yang hidup tidak dalam jamaah.

Cobalah bergaul dengan teman-teman yang soleh, teman-teman yang selalu membaca ayat suci al-qur’an, temang-teman yang menghafalkan firman Allah, teman-teman yang suka membawa kenuju kebaikan, menegur jika kita lalai dan berbuat kesalahan. Itulah hidup berjamaah yang dapat mengistiqomahkan kita.

Dan memang benar hadiah istiqomah itu tidaklah murah, bukan kulkas, bukan mobil, bukan tv, bukan rumah, bukan makanan mewah bukan pula uang yang banyak tapi hadiah istiqomah itu surga, surga yang didalamnya penuh dengan kenikmatan yang tidak setara dengan kenikmatan dunia, yang tidak bisa kita timbang dan ukur nikmatnya.

Begitu indahnya hadiah istiqomah, jadi, wajar saja jika istiqomah itu sulit karena balasannya memang indah. Bukankah hal yang indah memiliki proses yang sulit lihatlah emas yang indah warnahnya dan mahal harganya, sebenarnya emas itu diperoleh dari dalam perut bumi yang bercampur dengan pasir serta lumpur sebelum diolah.

Namun setelah diolah dan ditimpa oleh berbagai hal maka jadilah emas yang berkilau dan harganyapun mahal. Begitupun dengan istiqomah, prosesnya butuh perjuangan dan banyak cobaan untuk tetap istiqomah tapi balasannya indah yaitu surga.